Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekularisme Penyebab Maraknya Penistaan Agama

 




Oleh : Rosmita (Aktivis Dakwah dan Member AMK)

Kerusuhan terjadi di Swedia akibat seorang politikus asal Denmark, Rasmus Paludan yang dikenal anti-Islam dilarang menghadiri aksi pembakaran Al-Qur'an. Sekitar 300 orang turun ke jalan wilayah Malmo, Swedia, untuk menghadiri aksi anti-Islam yang diadakan pada hari yang sama dengan ibadah shalat Jumat. 

Sedangkan di Norwegia, bentrokan terjadi usai acara unjuk rasa anti-Islam yang diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Dalam acara tersebut seorang wanita yang merupakan anggota SIAN merobek halaman Al-Qur'an dan meludahinya.

Begitu pula di Perancis, majalah mingguan satir Charlie Hebdo edisi terbaru yang terbit pada hari Rabu (2/9/2020) menampilkan belasan karikatur yang mengejek Nabi Muhammad. (Kompas.com)

Maraknya penghinaan dan pelecehan terhadap agama Islam, sungguh menyakiti hati umat Islam. Namun, negeri-negeri Islam masih saja bungkam. Meskipun ada beberapa negera yang mengecam tindakan tetsebut, tapi kecaman tanpa aksi nyata tidak akan berpengaruh apa-apa.

Penistaan demi penistaan terus berulang, karena tidak ada sanksi tegas bagi para pelakunya. Bahkan di Indonesia saja yang mayoritas penduduknya adalah muslim, tak luput dari penistaan terhadap agama Islam. 

Penyebabnya adalah sistem sekuler yang dianut oleh negeri-negeri muslim dunia membuat Islam kehilangan kemuliaannya. Islam hanya dijadikan sebagai agama ritual saja. Sedangkan dalam mengatur urusan dunia menggunakan aturan buatan manusia.

Tak ada lagi daulah yang menyatukan umat muslim di dunia. Negeri-negeri Islam terpecah-belah, kehilangan marwah dan mudah dijajah. Tak ada lagi junnah yang melindungi kemuliaan Islam dan umatnya. 

Maka ketika agama Islam dilecehkan, umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan ketika kaum muslimin di berbagai belahan dunia dianiaya, umat Islam lainnya tidak dapat menolongnya. Padahal sesama muslim adalah saudara. Namun, sekat nasionalisme telah memisahkan antara muslim yang satu dengan yang lainnya. Belum lagi, standar untung rugi yang pakai oleh pemimpin-pemimpin negeri penganut kapitalisme menyebabkan mereka mencukupkan diri dengan keamanan negerinya sendiri.

Ditambah Islamofobia yang dipropagandakan oleh Barat telah merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan. Hingga umat Islam pun takut untuk mempelajari agamanya sendiri. Bahkan ketika agamanya dilecehkan umat Islam hanya diam.

Seorang ulama bernama Buya Hamka pernah berkata: "Jika kamu diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan."

Artinya apa, sebagai seorang muslim kita tidak boleh diam saat agama kita dihina. Jika kita diam sama saja dengan orang mati. Karena seorang muslim yang di dalam hatinya ada keimanan tentu akan marah saat agamanya dihina.

Perisai yang Menjaga Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin

Saat Islam diterapkan dalam sebuah institusi bernama khilafah, negeri-negeri Islam bersatu di bawah naungannya. Saat inilah kemuliaan Islam dan kaum muslimin terjaga.

Nabi Muhammad saw. bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, “(Imam itu perisai) yakni seperti as-sitr (pelindung), karena Imam (Khalifah) menghalangi/mencegah musuh dari mencelakai kaum muslimin, dan mencegah antar manusia satu dengan yang lain untuk saling mencelakai, memelihara kemurnian ajaran Islam, dan manusia berlindung di belakangnya dan mereka tunduk di bawah kekuasaannya.”

Sedangkan makna (yuqaatilu min waraa’ihi) yakni: kaum muslimin akan berperang bersama dengannya (al-Khalifah) dalam memerangi orang-orang kafir, para pemberontak, khawarij dan seluruh kelompok-kelompok pembuat kerusakan dan kezaliman secara mutlak. Begitulah yang disampaikan al-Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Islam memberikan sanksi tegas bagi para penista agama. Siapapun yang telah menghina Allah dan Rasul-Nya, serta melecehkan syariat Islam, akan dihukum mati.

“Ada seorang wanita Yahudi yang menghina Nabi ﷺ, dan mencela beliau. Kemudian orang ini dicekik oleh seorang sahabat sampai mati. Namun, Nabi ﷺ menggugurkan hukuman apa pun darinya [sahabat itu].” (HR. Abu Daud)

Namun, apabila orang tersebut berada di negeri kufur, maka khalifah dan bala tentaranya akan datang untuk memerangi negeri tersebut. Begitu pula ketika ada seorang muslim/muslimah yang dianiaya dan dilecehkan, khalifah dan bala tentaranya akan datang untuk menolongnya. Dengan demikian tidak ada lagi yang berani menghina Islam dan menganiaya kaum muslimin. 

Wallahu a'lam bishshawwab.

Posting Komentar untuk " Sekularisme Penyebab Maraknya Penistaan Agama"