Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gubernur Jatim, Siap Sampaikan Tuntutan Peserta Aksi Damai Bela Nabi SAW Kepada Presiden



Surabaya, Visi Muslim-  Di tengah-tengah Aksi Damai Bela Nabi, (Jumat, 6/11/2020) perwakilan delegasi sekitar 20 Ulama dan Kyai serta tokoh masyarakat Jatim diterima audiensi dan menyerahkan pernyataan sikap kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi.

Antara delegasi yang bertemu dengan Gubernur Jatim antara lain:

1. KH. Thoha Cholili, Bangkalan, Madura

2. Abah Kholiq – Ketua FUIB

3. Habib Mahdi – FPI

4. Ustadz Sudarno Hadi – DDII

5. Ustadz Ibrahim – PDM Surabaya

6. Ust Abdul Aziz – Forum Dai Indonesia

7. Kyai Iffin Masyrukan, FKU Aswaja Gresik

8. Kyai Fathurrahman, FKU Aswaja Gresik

9. Ustad Slamet Sugianto, Direktur PKAD

10. Ustadz Solikhin – Jamaah Anshorus Syariah

11. Ustadz Nanang Misbahul Munir – GAMAN (Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar)

12. Ustad Suhail Karim, Ulama Aswaja Surabaya

13. Ustad Muhammad Ismail, Intelektual Muslim

14. Ustad Rif’an Wahyudi, Tokoh Media

15. Ustad Fajar Kurniawan, Sekjend. PKAD

16. Ustad Suprayogi – MT An-Nashr, Surabaya

17. Saifudin Budiharjo, S.H.I, LBH Pelita Umat, Jatim

Dll

Dalam audiensi itu ada 6 orang perwakilan yang diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya.

Ustads Slamet Sugianto, yang ditunjuk sebagai juru bicara memberi pengantar bahwa delegasi ini hadir sebagai wakil umat untuk menjalankan kewajiban muhasabah lil hukam atau koreksi kepada penguasa sekaligus upaya agar penguasa berpartisipasi dalam menghapus statemen islamophobia untuk selamanya.

Dalam kesempatan tersebut KH Thoha Cholili meminta Gubernur Khofifah untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat jangan sekedar mengecam, namun juga memberikan sanksi tegas kepada Macron dan Prancis.

Adapun Ustadz Fuadi menegaskan perlunya keadilan bagi Umat Islam, yaitu janganlah kaum muslimin hanya dituntut memberi toleransi namun ironisnya tidak ditoleransi saat Umat Islam bereaksi ketika dirugikan. Padahal Rasulullah sendiri telah mencontohkan sikap tegas dan keras kepada siapapun saat beliau dinista.

Karenanya, lanjut beliau, umat Islam dilarang ‘duduk’ bersama kaum yang menghina Rasulullah SAW, maka sebagai negara Muslim terbesar Indonesia harus berani bertindak tegas kepada Macron dan Prancis, tegasnya.

Sementara itu, Kyai Iffin Masrukhan dari Gresik, menjelaskan bahwa selain memboikot produk Prancis berupa barang maupun jasa, namun juga mesti diboikot produk Prancis yang paling berbahaya yaitu sekularisme. Hal itu dikarenakan sekularismelah yang sebenarnya menjadi akar pelecehan kepada Rasul dan Islam terus berulang.

Lebih lanjut, Kyai Iffin berpesan sudah saatnya Umat Islam menunjukkan martabat agar tidak terus menerus dihinakan, dengan cara bersatu dalam satu kepemimpinan Amirul Mukminin.

Menanggapi pernyataan di atas Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan aspirasi peserta aksi. Gubernur Khofifah juga menyatakan siap meneruskan Surat Pernyataan Sikap yang diamanahkan oleh para Ulama dan kaum Muslimin Jawa Timur kepada Presiden.

Setelah satu jam audiensi delegasi Ulama tersebut meninggalkan Gedung Grahadi dan kembali bergabung dengan peserta aksi lainnya.

Sebelum aksi selesai Saifudin Budiharjo, S.H.I dari LBH Pelita Umat Jawa Timur membacakan hasil pertemuan dengan Gubernur.

Sekitar pukul 15.15 WIB Aksi Bela Nabi ditutup dengan doa oleh Ustadz Faqih Syarif. Selepas doa peserta tampak membubarkan diri dengan tertib dan meninggalkan lokasi dalam keadaan tetap bersih, dan memperhatikan protokol covid-19. []

Posting Komentar untuk "Gubernur Jatim, Siap Sampaikan Tuntutan Peserta Aksi Damai Bela Nabi SAW Kepada Presiden "