Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jokowi: Pendidikan Harus Dilakukan Dengan Cara Baru, Jangan Terjebak Rutinitas




Jakarta, Visi Muslim-  Pendidikan yang selama ini berjalan di Indonesia perlu dilakukan dengan inovasi dan cara-cara baru.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo alam sambutan virtual pada Rapat Terbuka Dies Natalis Ke-58 Universitas Brawijaya (UB), Selasa (5/1). Dalam kesempatan tersebut, presiden meyakini pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi.

“Jangan lagi terjebak dalam rutinitas, cara-cara baru harus kita kembangkan, keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” kata Presiden Jokowi dikutip dari Setkab.

Presiden menegaskan, pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru. Mahasiswa pun perlu difasilitasi agar bisa belajar apa pun dan kepada siapa pun, baik pada pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, dan para pelaku lapangan lainnya.

“Kerja sama dengan para praktisi ini bukan hanya untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, tetapi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk research and development di dunia industri, dan sekaligus pengembangan ilmu-ilmu murni,” ujarnya.

Di sisi lain, Jokowi merasa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran dan menginspirasi untuk dapat membuat terobosan dan inovasi.

Inventor dari Universitas Brawijaya telah mengajukan 132 paten selama pandemi ini, tertinggi di Indonesia dalam kategori universitas. Oleh karena itu, ujar Presiden, Indonesia menunggu IPTEK unggul produk UB untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya berharap kita tidak berhenti pada jumlah paten dan harus dilanjutkan dengan jalinan kerja sama untuk memperkuat hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi itu, melalui kolaborasi antara universitas dengan dunia industri untuk kemajuan bangsa,” tandasnya. [] Rmol

Posting Komentar untuk "Jokowi: Pendidikan Harus Dilakukan Dengan Cara Baru, Jangan Terjebak Rutinitas"