Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

April Mop dan Sejarah Kelam Muslim Spanyol




Oleh: Nurmilati

Sudah menjadi habits sebagian orang di berbagai belahan dunia setiap tanggal 1 April diperingati sebagai April Mop atau Fools Day, mereka merayakannya dengan melakukan tipuan, kebohongan dan lelucon kepada orang lain tanpa ada rasa bersalah dan korban pun tidak boleh marah, perbuatan ini dilakukan menghebohkan bahkan didramatisir. 

Tidak ada sejarah pasti dari mana asal mula April Mop, melansir laman History beberapa ahli mengatakan, April Mop sudah ada sejak 1582 H dan yang pasti setiap negara mempunyai sejarah serta keunikan tersendiri dalam merayakannya. 

Mengutip dari time.com, tradisi ini untuk merayakan sebuah festival yang dikenal Hilaria yaitu perayaan untuk menghormati Cybele seorang Bunda Dewa Yunani kuno. Upacara ini salah satu budaya Yunani-Romawi yang diperingati tiap tanggal 25 Maret. 

Di Yunani ada beberapa kepercayaan terkait April Mop. Jika seseorang bisa menipu orang lain, maka  keberuntungan didapatnya sepanjang tahun, bisa menikmati tahun panen yang baik dan menurut kepercayaan mereka air hujan tanggal 1 April mempunyai kemampuan penyembuhan. 

Di Indonesia, April Mop bukanlah sebuah tradisi, namun sudah menjadi tren di masyarakat terlebih di kalangan anak muda. Hal ini terjadi karena mereka   menjadikan Barat sebagai kiblatnya. Liberalisme, hedonisme dan permisif menjadi life style-nya. 

Sistem sekular telah membuat pelaku April Mop beranggapan itu hanya aktivitas bersenang-senang tanpa memikirkan akibat apalagi mempunyai pemahaman jika tradisi tersebut merusak dan meruntuhkan akhlak. 

Islam melarang tasyabbuh bil kuffar

Islam melarang tegas umatnya merayakan April Mop karena ini budaya orang kafir, sementara umat Islam dilarang mengikuti kebiasaan orang kafir (tahabbuh bil kuffar).

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. (رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس.

Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” 

(HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Ra).

Al-Munawi berkata: "Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”.

Rasulullah Saw melarang umatnya tasyabbuh biqaumin (menyerupai suatu kaum). Yaitu mengamalkan suatu amalan yang menjadi ajaran agama lain sementara Islam tidak mengajarkannya. Sedangkan yang dimaksud suatu kaum adalah selain umat Islam dan mereka secara jelas memiliki kekhasan dalam menampakkan ajarannya. 

Sejarah kelam April Mop

April Mop salah satu kisah kelam dalam sejarah Islam. Sejak dibebaskannya Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, perlahan Spanyol menjadi negeri yang makmur. Tidak hanya sampai Spanyol, pasukan Islam terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar Perancis. Kerendahan hati dan kebaikan penguasa Islam mengantarkan penduduk Spanyol memeluk Islam dan menjalankan syariah dalam berbagai aspek kehidupan. 

Selama enam abad kaum Muslim Spanyol hidup sejahtera dalam aturan Islam. Namun, kaum kafir di sekitar Spanyol tidak putus asa berupaya membersihkan Spanyol dari Islam tapi usahanya selalu gagal. 

Kaum kafir mengirimkan sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahannya kemudian menemukan dan menggunakan cara  menaklukkan Islam. Serangan pemikiran dan budaya dijadikan senjatanya. Alkohol dan rokok diberikan cuma-cuma, kaum mudanya dijauhkan dari Al-Qur'an dan menempatkan ulama palsu untuk menebarkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam, lambat laun  akhirnya Spanyol jatuh dan dikuasai pasukan salib. 

Pasukan salib menyerang dengan bringas tanpa rasa perikemanusiaan, bukan hanya pasukan perang yang dibunuh tetapi penduduk sipil, wanita, anak-anak dan orang tua tak luput jadi korban pembantaian. 

Mereka yang selamat bersembunyi di dalam rumah untuk menyelamatkan diri, tentara salib terus memburu di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan digenangi darah. Lewat tipuan, pasukan salib mengumumkan dengan lantang bahwa Muslim Granada diperbolehkan berlayar keluar Spanyol. Mereka yang percaya pengumuman tersebut, segera menuju pelabuhan sementara yang tidak mempercayainya tetap bertahan di dalam rumah. 

Setelah ribuan umat Islam Spanyol tiba di pelabuhan, tentara salib membakar rumah-rumah beserta penghuni yang masih bertahan di persembunyiannya. 

Sementara kapal-kapal yang akan digunakan berlayar dibakar dan tenggelam, ribuan umat Islam tak bisa berkutik karena tidak bersenjata dan mereka didominasi kaum perempuan dan anak-anak. 

Dengan satu komando dan pedang terhunus, tentara salib membantai seluruh kaum Muslim tanpa rasa iba. 

Maka bermula dari sinilah diperbolehkannya kebohongan sebagai perayaan kemenangan kafir terhadap umat Islam Granada Spanyol. 

Tindakan kebohongan sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan hingga kini pun perbuatan dusta sudah menjadi hal lumrah terjadi di masyarakat. Tindakan  mendatangkan dosa dan dapat menyeret pelakunya ke dalam neraka ini tidak hanya dilakukan oleh rakyat biasa, tokoh masyarakat, pesohor negeri dan tokoh partai, namun sudah menyasar pemangku kebijakan yang memanfaatkan jabatannya untuk membohongi rakyatnya. 

Sistem Demokrasi dengan ideologi kapitalisme, liberalisme dan sekulerisme telah melahirkan karakter manusia pembohong. Betapa tidak, dalam sistem ini perbuatan dusta, menipu dan perbuatan zalim lainnya  dianggap sah-sah saja selama hal itu dianggap tidak merugikan banyak pihak. 

Sementara sejatinya perbuatan bohong pasti  merugikan pihak lain, bahkan akan berdampak langsung pada pelakunya. Seseorang yang terbiasa melakukannya akan beranggapan itu adalah hal biasa karena pengulangan tersebut akan mengendap dalam benak pelakunya sehingga ia tidak merasa apa yang dilakukannya adalah perbuat menyimpang. 

Islam mengharamkan kebohongan sekalipun dalam bercanda, sebagaimana sabda Rasulullah Saw

"Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat  orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia (HR. Abu Daud, At-Tirmizi) 

Berdasarkan dalil di atas sudah jelas bahwa haram hukumnya bagi umat muslim merayakan April Mop karena itu salah satu perbuatan dosa. 

Oleh karena itu umat harus cerdas memahami fakta atau budaya yang merusak akhlak kaum Muslim terutama generasi muda. 

Dengan makin rusaknya kondisi umat saat ini, tentu yang kita butuhkan adalah pilar yang mampu membentengi umat Muslim agar tidak makin jauh dari syariah Islam dan ini membutuhkan sebuah institusi sebagai pelaksananya, yaitu daulah Islamiyah. 

Dalam Islam, negara wajib menjaga akidah dan pemikiran rakyatnya dari pemahaman menyimpang, karena negara merupakan  perisai bagi rakyatnya agar  terlindungi dari bahaya yang menyerang akidah, akhlak maupun syariah. Maka disinilah pentingnya peran negara dalam menjaga akidah umat dan kemuliaannya.

Posting Komentar untuk "April Mop dan Sejarah Kelam Muslim Spanyol"