Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Juru Bicara Hizbut Tahrir Malaysia Ditangkap Pihak Berwajib Agama, Selangor


 


Bandar Baru Bangi, Visi Muslim- Juru bicara Hizbut Tahrir Malaysia (HTM), Ustaz Abdul Hakim Othman ditangkap oleh tim anggota penegak hukum Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS/ Departemen Agama Islam Selangor), di halaman mahkamah syariah Hulu Langat, Selasa, (30/3/2021).

Abdul Hakim yang baru selesai menghadiri sambungan perbicaraan kasus penangkapan beliau dan tiga anggota HTM di Mahkamah Syariah Hulu Langat, ditangkap oleh JAIS setelah keluar dari dewan mahkamah. Ini merupakan penangkapan kedua kalinya terhadap beliau, setelah penangkapan kali pertama oleh JAIS pada 04/12/2015. 

Penangkapan yang terjadi sekitar jam 2 siang waktu Malaysia itu adalah hasil dari surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh hakim Mahkamah Rendah Syariah Johor Bahru, Mohd Afizul Hakim Bin Ibakarim. Surat penangkapan yang dialamatkan kepada Ketua Penolong Pengarah JAIS itu memberi perintah kepada Ketua/Pimpinan Penolong Pengarah JAIS untuk menangkap dan membawa Abdul Hakim ke kantor Jabatan/Departemen Agama Islam Negeri Johor (JAINJ) untuk memberi keterangan di bawah Seksyen 58 (2) Enakmen Tatacara Jenayah Syariah (Negeri Johor) 2003. 

Beliau kemudian dibawa dengan menggunakan mobil van JAIS dan dipercaya akan dibawa ke kantor pusat JAINJ di Johor Bahru sekitar jam 2.45 siang. 

Walaupun dalam surat perintah itu tidak disebutkan apa alasan Juru bicara HTM itu ditangkap, namun dipastikan bahwa ia ditangkap terkait dengan tindakan beliau menghantar Memorandum Bantahan ke Jabatan (kantor) Mufti Johor pada 27/09/2020 yang lalu, untuk membantah fatwa yang sarat dengan fitnah dan pembohongan terhadap Hizbut Tahrir, yang dikeluarkan oleh Jawatankuasa (komite) Fatwa Johor. 

Juru bicara HTM juga telah mengadakan Siaran Media Atas hal tersebut pada 05/10/2020 unt menjawab segala fitnah yang terdapat dalam fatwa Johor. HTM juga telah menjawab secara resmi (secara bertulis) akan segala fitnah, pembohongan, pembelokan fakta dan kekeliruan terhadap Hizbut Tahrir yang terdapat dalam fatwa Johor tersebut dan telah disiarkan di laman resmi HTM, selain diserahkan langsung melalui ke ibu pejabat (kantor pusat) JAINJ di Johor Bahru pada 09/12/2020. Malangnya pihak berwajib agama Johor bukan saaja gagal memberi jawaban balas, sebaliknya menggunakan kekuasaan mereka untuk menangkap Jurucakap HTM itu.

Apa yang juga menimbulkan persoalan dari segi undang-undang di sini adalah bagaimana mungkin Mahkamah Syariah di Johor bisa memberi kuasa kepada JAIS untuk menangkap seseorang di luar Johor, sedangkan yuridiksi mahkamah syariah dan pelaksana syariah hanyalah terbatas di negeri masing-masing saja. 

Apa pun, kami menyatakan bantahan dan kekesalan atas penangkapan ini, karena apa yang seharusnya dilakukan oleh pihak berwajib agama Johor adalah menarik balik fatwa fitnah tersebut, atau setidak-tidaknya melakukan tukar pikiran untuk menentukan siapakah yang berada di pihak yang benar dalam isu fatwa ini, bukan malah menggunakan kuku besi dalam menyelesaikan masalah. []


Posting Komentar untuk "Juru Bicara Hizbut Tahrir Malaysia Ditangkap Pihak Berwajib Agama, Selangor"