Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemimpin : Cerminan Kondisi dan Prilaku Masyarakat



Gresik, Visi Muslim-  “Maraknya berbagai tindak kriminalitas dan kemaksiyatan seperti perzinaan, pelecehan seksual, pornografi dan video asusila, pembunuhan, korupsi, mabuk-mabukan merupakan buah dan cerminan dari kepemimpinan seseorang”. Tegas Kyai Haris Islam selaku DPP Dewan Masjid Digital Indonesia.

Itulah sebagian taujih yang disampaikan di acara Multaqa Ulama Aswaja Gresik dalam rangka peringatan Isra Miraj 1442 H.

KIPRAH ULAMA ASWAJA : SELAMATKAN BANGSA DARI KEKEJIAN MIRAS menjadi tema yang dibahas pada multaqo kali ini. Acara ini disiarkan secara live stream di Channel Dakwah Giri, Serta diikuti sekitar 300 an pemirsa yang sabar dan iklas menyaksikan secara on line. Sabtu, 13/03/2021.

Kyai Haris Islam menyampaikan bahwa Kewajiban Ulama adalah menjaga ummat dari kerusakan dan kehancuran. Lalu Beliau mengkutib hadits riwayat Al Baihaqi. “Sebagaimana keadaan kalian, seperti itulah pemimpin kalian”. Tutur Kyai Haris Islam.

Selanjutnya Beliau menguatkannya dengan membacakan rat al An’am ayat 129

وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.

Lalu Beliau, mengutip pendapat dari kalangan ulama salaf, dalam Tafsir Ad-Dur Al-Mantsur yang menjelaskan makna ayat tersebut adalah

ﺇﺫا ﻓﺴﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﻣﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺷﺮاﺭﻫﻢ

“Jika keadaan manusia sudah rusak maka yang jadi pemimpin adalah orang yang buruk.”

Kyai Haris Islam mencontohkan gambaran kepemimpinan pada masa kekhilafahan bani Abasiyah di era Khalifah Umair bin Abdul Aziz yang senantiasa gemar beribadah dengan senantiasa membaca al quran, bersedekah, dan qiyamul lail setiap malam, maka aktivitas dan yang diperbincangkan rakyatnya adalah seputar ibadah.

Lain halnya, ketika khalifah sebelum yakni Al walid bin Malik dan Salman Abdul Malik yang gemar membangun gedung dan infrastruktur dan menyenangi kuliner, maka setiap hari yang diperbincangkan rakyat hanyalah seputar bangunan dan urusan perut saja. “Sama halnya dengan kondisi saat ini, ketika pemimpinnya gemar melakukan pencitraan, senang dengan hutang maka yang dibicarakan dan diperbincangkan masyarakat adalah seputar cicilan dan kredit di sana sini. Suka narsis di media sosial.” Terang Kyai Haris Islam.

Sebelum mengakhiri taujihnya, Beliau menyeru kepada seluruh kaum muslim khususnya para pemimpin dan penguasa di negeri muslim agar kembali kepada syariat islam. Menerapkan hukum-hukum Allah SWT, dan meneladani sunnah-sunnah baginda Nabi Muhammad SAW secara kaffah. Melakukan amar makruf nahi mungkar termasuk didalamnya menolak dan menentang peredaran minuman keras (miras yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah WST dalam surah al maidah ayat 90.

Lalu Beliau menutup taujihnya dengan membacakan hadist riwayat At Thabrani dari Abu Dzar “Hendaklah kamu beramar makruf (menyuruh berbuat baik) dan benahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdoa dan tidak dikabulkan (doa mereka).” []

Posting Komentar untuk "Pemimpin : Cerminan Kondisi dan Prilaku Masyarakat"