Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Umat Islam Umat yang Satu, Umat yang Mulia



Jakarta, Visi Muslim-  KH. Hafidz Abdurrahman dalam Multaqo Ulama Aswaja Regional Kalimantan menyampaikan Umat Islam saat ini kehilangan kesadaran sebagai umat terbaik. Padahal predikat umat terbaik itu langsung dinyatakan Allah di dalam Al Qur’an.

“Umat Islam telah dinyatakan oleh Allah SWT sebagai umat terbaik,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ

oleh Sayyidina Umar ayat ini berlaku untuk umatnya nabi Muhammad SAW, maka kita pun harus membangun kesadaran sebagai umat terbaik yang disatukan dengan akidah Islam”. Papar Kyai Hafidz yang disiarkan langsung melalui kanal youtube Ulama Gurunda TV, Ahad (21/2/2021).

Maka menurut beliau untuk membangkitkan umat sangat diperlukan kesadaran itu terlebih dahulu.

“Kesadaran ini penting karena Umat ini menghadapi serangan yang begitu luar biasa, umat ini diserang keyakinan dan kesadarannya sehingga umat ini lupa dengan keagungan syariat agamanya yang menjadi sumber kemuliaannya”. Ujar KH. Hafidz Abdurrahman.

Akibat tidak adanya kesadaran itu umat Islam kini tidak bersatu secara kokoh dalam akidah yang sama.

“Umat ini sesungguhnya adalah umat yang satu, umat mulia yang disatukan oleh akidah Islam, pertanyaannya mengapa sekarang akidah yang menjadi keyakinan umat ini belum bisa menyatukan? “ tanyanya retoris.

Hal ini salah satunya disebabkan kesalahan umat dalam memahami akidah Islam.

“persoalannya bukan akidahnya yang belum bisa tapi umatnya sendiri yang keliru dalam memahami akidah Islam yang murni, mengambil akidah yang telah dikontaminasi oleh pemikiran akidah yang bertentangan dengan syariat Allah”.

Ketika akidah islam telah dikotori oleh berbagai virus pemikiran yang keliru tentang syariat Islam maka perlu adanya pembersihan agar akidah kembali jernih.

“Harus di detoksivikasi/ dibersihkan agar akidah Umat ini kembali jernih dan Insyaallah akan kembali menjadi kuntum khoiru ummah”, jelas KH. Hafidz Abdurrahman menambahkan.

Tidak lupa diakhir kesempatan, KH. Hafidz Abdurrahman juga menitipkan beberapa pesan penting kepada seluruh ulama pengemban dakwah Islam bisa menjadi garda terdepan dalam membimbing Umat menggapai predikat khoiru ummah (umat yang terbaik).

“Al-Alamah, Al-Hafidz, Al-Mutafannin, Ash-Shidiq Al-Ghumari didalam kitabnya Al-Mausuah Al ghumariah, beliau menjelaskan bahwa tidak semua Ulama layak disebut sebagai warosatul ambiya, kecuali Ulama yang mengamalkan dan berjuang untuk mewujudkan kebenaran yang diembannya, itulah yang layak disebut sebagai warosatul ambiya”, kutip Beliau memaparkan.

Konsekuensi dalam mengamalkan ilmu itu adalah resiko dalam perjuangan, dan pasti akan dihadapi Ulama.

“itulah jalan Nubuwwah, karena resiko inilah yang menjadikannya layak disebut warosatul ambiya”.

Maka diakhir pemaparannya, KH Hafidz mengajak para Ulama menjadi garda terdepan dalam membangkitkan umat Islam dari berbagai keterpurukan.

“kalau bukan Ulama siapa lagi yang akan menjadi harapan untuk menyatukan umat ini, maka dari itu marilah sebagai Ulama kita menjadi garda terdepan, untuk memimpin persatuan umat, menyadarkan dan membimbing Umat, agar kembali bangkit dari keterpurukan ini”, ajak KH. Hafidz Abdurrahman di akhir pemaparannya.

Dalam forum akbar yang ditayangkan secara langsung melalui kanal youtube UlamagurundaTV, Multaqo Ulama Aswaja Regional Kalimantan ini disaksikan hingga lebih dari 6000 penonton dan mendapatkan respon antusias di kolom komentar.

[]

Posting Komentar untuk "Umat Islam Umat yang Satu, Umat yang Mulia"