Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Multaqa Ulama Aswaja Sumenep: Masyarakat yang Baik akan Terwujud Apabila Aktivitasnya Diatur oleh Hukum Syara'



Sumenep, Visi Muslim-  Para tokoh ulama menghadiri agenda Multaqa Ulama Sumenep. Di antara beliau ada Kyai Ahmad Baijuri selaku “shahibul bait”. Ada KH Ahmad Danniji, KH Sahab, Kyai Mawan, Kyai Fauzi, Ustadz Fajar, Ustadz Abu Fakhri, Ustadaz Syamsu. Ustadz Edi asal Lenteng, dan beberapa tokoh yang lain.

Multaqa dilaksanakan pada Ahad, (4/4/2021) Bertempat di Ponpes Ar-Rahwini Desa Rombiya Timur. Setelah dibuka dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Shahibul Bait. Kyai Ach. Baijuri menyatakan dengan tegas keyakinan akan tegaknya kembali institusi Khilafah. Kepastian tentang perkara ini merupakan janji Allah. Karenanya, umat Islam harus senantiasa bersemangat memperjuangkannya. Tegaknya Khilafah menjadikan semua hukum Allah bisa diterapkan dengan sebaik-baiknya.

Kalimah Minal Ulama merupakan acara berikutnya. Diawali oleh Kyai Fauzi dari MT Al Ihsan. Beliau menggambarkan urgennya menjadi Muslim yang paripurna. Wasiat kepada orang-orang beriman agar menjalankan Islam secara keseluruhan tercantum dalam Alquran. Dawuh beliau, “Penting menjadi Muslim kaffah. Artinya, menjalankan semua aturan Allah. Hal inipun menjadi bukti keimanan seorang Muslim.”

Ulama berikutnya menjabarkan secara singkat tentang keterikatan terhadap hukum syara’. Beliau adalah Ustadz Muh. Rifqi. Dalam testimoninya, beliau menjelaskan wilayah cakupan hukum syara’ yang dimaksud. Dan tidak ada tempat bagi seorang Muslim melainkan wajib menjadikan ikatan syara’ itu sebagai standar perbuatannya. “Seorang Muslim wajib menjalankan hukum syara’. Baik yang berhubungan dengan Allah, dengan dirinya sendiri, maupun dengan orang lain.”

Kyai Ach. Daniji dari Majlis Taqarrub Ilallah yang akrab disapa dengan sebutan “Abah” melanjutkan Kalimah Minal Ulama berikutnya. Beliau memberikan support perjuangan yang harus dijaga kobarannya. Terus-menerus bergerak dan menyampaikan urusan kebenaran tanpa kecil hati. “Kita sebagai Muslim harus berani menyampaikan yang haq, lebih-lebih pada penguasa. Inilah bukti kepedulian seorang Muslim terhadap Muslim yang lain,” kata beliau penuh semangat.

Tokoh terakhir yang menyampaikan maqalahnya adalah Ustadz Fajar Hidayatullah dari MT Al Hidayah. Pandangan beliau tentang wujudnya kebaikan sebuah masyarakat bergantung kepada peraturan yang diberlakukan di tengah-tengah mereka. Kondisi hari ini yang buruk diakibatkan pengaturan masyarakat yang bersandarkan pada sistem Kapitalisme Sekular, sebuah sistem pengaturan publik yang memisahkan ajaran agama dari masyarakatnya. Menurut beliau, “Masyarakat yang baik akan terwujud apabila seluruh aktivitas dan interaksinya diatur oleh hukum Syara’.”

Setelah Kalimah Minal Ulama selesai, sesi doa menjadi bagian penutup dari seluruh rangkaian acara multaqa. KH Ahmad Danniji memandu doa, menadahkan harapan dan pertolongan kepada Allah bagi segera terwujudnya kehidupan terbaik. Hilangnya kezhaliman dan keburukan dari tengah-tengah kehidupan umat Islam dan umat manusia seluruhnya. Kehidupan terbaik dengan diterapkannya Syariat Islam dalam naungan Khilafah. []

Posting Komentar untuk "Multaqa Ulama Aswaja Sumenep: Masyarakat yang Baik akan Terwujud Apabila Aktivitasnya Diatur oleh Hukum Syara'"