Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Program Wajib Kompor Listrik, Untuk Kepentingan Siapa?




Oleh: Cynthia Putri (Penulis dan Kontributor Visi Muslim Media)

Pemerintah Indonesia berencana melakukan program konversi 1 juta kompor gas ke kompor induksi. Penggunaan kompor induksi dikatakan dapat menghemat pengeluaran pemerintah hingga Rp 60 triliun/tahun. Hal ini karena pemerintah yang masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri.

Gagasan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh PT PLN (Persero) dengan menandatangani nota kesepahaman dengan 9 perusahaan BUMN di bidang jasa konstruksi. Hal tersebut dimaksudkan untuk penggunaan kompor listrik/induksi di satu juta rumah yang dibangun oleh perusahaan tersebut.

Sungguh sangat ironi. Hidup di dalam negeri yang kaya akan SDA energi bumi (minyak & gas alam). Namun nyatanya pemerintah menyerahkan proses pengolahan SDA tersebut ke perusahaan swasta asing. Sehingga pemerintah kini harus melakukan impor gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Ide ini muncul dengan mempertimbangkan penghematan pengeluaran pemerintah untuk impor gas alam tersebut. Sayangnya kebijakan tersebut tak dibarengi dengan program pengadaan kompor induksi gratis bagi seluruh rakyat. 

Maka, secara tak langsung, pemerintah memaksa rakyat dengan membeli kompor induksi sendiri. Kompor dengan daya listrik yang tak sedikit itu dibanderol dengan harga yang tak murah. Tak semua kalangan masyarakat dapat membelinya dengan mudah.

Seharusnya pemerintah tidak membebankan rakyat dengan berbagai kebijakan yang dzholim tersebut.

Berbeda dengan kebijakan dalam sistem Islam, Islam mewajibkan negara membuat kebijakan baru dengan mempersiapkan seluruh perangkat yang dibutuhkan. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tersebut tidak memberatkan rakyat justru dalam rangka pemenuhan kebutuhan rakyat.

Betapa adil dan makmurnya kehidupan yang diatur oleh sistem Islam. Seluruh kebijakan pemerintah pun ditujukan untuk mengurusi urusan umat (ri’ayatus su’unil ummah), bukan hanya mempertimbangkan kepentingan pribadi dan kelompok. Semoga kembalinya Khilafah ‘ala Manhaj Kenabian dapat segera terwujud yang menerapkan sistem islam dalam setiap aspek kehidupan. [] 

Posting Komentar untuk "Program Wajib Kompor Listrik, Untuk Kepentingan Siapa?"