Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta Sejati hanya untuk Allah SWT



Oleh: Mikaeel Hasan (Aktivis Dakwah dari Belanda)


Dalam Surat Al Baqarah tertulis ayat berikut ini:

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (TQS. Al Baqarah:165).

Mencintai atau dicintai itu menarik. Setiap orang dari kita menyukai sesuatu atau seseorang dan pasti akan memperoleh hasilnya. Kita semua pasti pernah mengenal cinta. Dan hal itu akan mengakibatkan manusia melakukan sesuatu yang aneh. Misalnya, menyebabkan dia memikirkan orang lain di siang dan malam, dia tidak bisa lagi tidur nyenyak dan dia terus-menerus berusaha untuk mendapatkan perhatian dari orang yang dia cintai. Terkadang cinta melangkah lebih jauh dengan membenamkan seseorang di dalamnya dan melupakan bagian dunia lainnya asal mereka bisa bersama orang yang mereka cintai.

Pada saat itu seolah-olah jiwa terperangkap dan kecanduan dan hati membutuhkan suntikan cinta baru dari kekasihnya setiap saat. Pada saat-saat seperti itu, cinta hampir tampak seperti bentuk penyembahan.

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa ada sebagian manusia yang mencintai selain Allah. Pasangan tersebut tidak harus menjadi idola, tetapi ia bisa menjadi apa pun yang menjadi tujuan seseorang. Dalam hal ini, dijelaskan dalam ayat bahwa orang-orang ini sangat mencintai hal itu, tetapi orang-orang yang beriman lebih mencintai Allah.

Apa yang paling Anda sukai pada akhirnya akan menuntun Anda. Mereka yang mencintai karir dan uang akan mengorbankan diri mereka dan dengan suka rela bekerja lembur. Orang yang menyukai sepak bola akan selalu sibuk dengannya dan mengisi hari-harinya dengannya.

Orang yang sedang jatuh cinta akan selalu sibuk dengan apa yang dia cintai, bahkan mengorbankan sebagian waktu dan waktu tidurnya. Orang yang menyukai perhatian dan popularitas di Instagram dan TikTok akan mengorbankan waktu berjam-jam untuk mendapatkan foto yang membuat orang lain kagum. Cinta adalah pengorbanan.

Di samping itu; orang yang sangat mencintai Allah tidak akan sabar untuk sendirian dengan-Nya di malam yang larut. Dia menemukan kebahagiaan dalam ibadahnya, dalam doa ketika dia terhubung dengan Dzat yang sangat dia cintai. Dia tidak sabar untuk belajar lebih banyak tentang Dia setiap hari dengan membaca dan merenungkan Alquran-Nya dan dengan mudah mengorbankan uang dan waktunya untuk mencapai ridho-Nya.

Dia mengisi hari-harinya dengan mengingat-Nya karena dia melihat tanda-tanda-Nya di mana-mana dan dia terus-menerus mengingat segala nikmat yang telah Dia berikan kepadanya. Dia dengan senang hati mematuhi hukum-Nya dan dengan senang hati menyebarkannya/ mendakwahkan kepada orang lain sehingga dia bisa menjadi wakil dari Dzat Yang Mahatinggi.

Apakah Anda bertanya-tanya mengapa hal-hal di atas mungkin belum berhasil kepada Anda atau apakah Anda mengalami banyak masalah? Lihat apa yang paling Anda sukai dan Anda akan menemukan jawabannya di sana. Cinta kehidupan duniawi adalah rintangan terbesar bagi orang beriman untuk berhijrah atau berubah.

Dan jangan lupa bahwa bukti terbesar dari cinta kepada-Nya adalah dengan perbuatan. Mematuhi hukum-Nya dan menaatinya.

Ini seperti yang pernah dikatakan seorang penyair:

تَعْصِي الإِله وَأنْتَ تُظْهِرُ حُبَّهُ - مذا محالٌ في القياس بديعُ

لو كان حبك صادقا لأطعته | ان المحب لمن يحب مطيع‎

“Kau bermaksiat kepada Allah tapi kau mengaku mencintai-Nya. Ini adalah sesuatu yg mustahil 

Sekiranya cintamu itu benar tentu kau akan menta'atiNya. Sungguh orang yang mencintai akan taat pada yang dicintai."

Dan jika Anda merasa belum berhasil tidak mengapa. Ingatlah bahwa cinta datang dari kedua sisi. Dia menunjukkan sisi-Nya setiap hari dengan menghujani kita dengan nikmat-Nya, dan jika Anda berusaha untuk kembali setiap hari untuk mengenal-Nya lebih baik dan lebih dekat, Anda pasti akan semakin bertambah (beriman).

Semoga Allah membantu kita untuk mencintai-Nya lebih dari apapun kecuali Dia. [] 

Posting Komentar untuk "Cinta Sejati hanya untuk Allah SWT"