Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keteguhan Emil Dzhemanedov, Aktivis Hizbut Tahrir Krimea yang Ditahan di Sel yang Dingin dan Beku



Salavat, Visi Muslim- Pada Kamis, (29/4/2021) pengacara Aizat Ishimgulov mengunjungi tahanan politik atas kasus keanggotaan Hizbut Tahrir, Emil Dzhemadenov di lembaga pemasyarakatan No. 16 Ibukota Salavat, Bashkortostan. Muslim Tatar Krimea itu telah berada di sel hukuman sejak 22 April. Menurut pengacara, hal itu dilaporkan oleh Liana Belyalova, istri dari Emil Dzhemadenov.

Dalam kondisi penahanan, tahanan politik itu memiliki masalah kesehatan, dia menderita nyeri di leher dan lengan, dia juga telah menerima suntikan penghilang rasa sakit. Hal itu secara tidak langsung dikarenakan kondisi sel tahanan yang dingin.

"Di dalam sel sangat dingin, semuanya membeku: baik di lantai maupun di dinding - semuanya terasa dingin," kata pengacara itu.

Didalam tahanan, Dzhemadenov membaca Alquran dan buku-buku agama, yang diizinkan untuk dipindahkan ke sel tahanan: "Pencahayaannya buruk, sulit, tapi saya bisa membaca."

Meski mengalami kesulitan, pria itu berusaha mempertahankan semangat yang baik. "Dia sangat kuat, dia memahami posisinya (sedang didzalimi), oleh karena itu dia bertahan," kata pengacara Ishimgulov. 

Pembela HAM melaporkan bahwa Emil menghabiskan hampir seluruh Ramadhan di sel hukuman. Dengan total 160 hari. Liana Belyalova, istri Dzhemadenov, menganggap ini sebagai kedzaliman. “Dan saat perayaan Bairam (salah satu perayaan setelah Hari Raya) dia akan berada di sana, sayangnya, ketika Muslim di seluruh dunia merayakan salah satu hari raya suci kita, orang-orang yang kita cintai berada dalam sel hukuman. Ini adalah sebuah kedzaliman. Sel tahanan yang lembab dan dingin di bawah kamera pengintai 24 jam.

Mereka ingin menghancurkan para lelaki, melihat posisi mereka yang teguh, keimanan yang kuat, dan semangat yang kuat,” komentar perempuan itu. 

Sebelumnya dilaporkan bahwa setelah tahapan di lembaga pemasyarakatan selesai, Dzhemadenov akan dipindahkan ke sel hukuman selama 92 hari.

Emil Dzhemadenov adalah terdakwa dalam kelompok Simferopol pertama dalam kasus Hizbut Tahrir. Dia ditahan sejak Oktober 2016.

Pada Desember 2018, Pengadilan Militer Distrik Kaukasus Utara menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepadanya. Belakangan, ia mengajukan banding ke Mahkamah Agung Federasi Rusia. 

Di Rusia sendiri partai politik internasional Hizbut Tahrir telah dilarang sejak 2003 dan di wilayah Ukraina. Diketahui bahwa Hizbut Tahrir adalah kelompok partai internasional yang beroperasi tanpa kekerasan dan berdakwah tanpa batasan wilayah. [] Gesang 

Posting Komentar untuk "Keteguhan Emil Dzhemanedov, Aktivis Hizbut Tahrir Krimea yang Ditahan di Sel yang Dingin dan Beku "