Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polemik Bipang, Tim Komunikasi Presiden Jokowi Patut Dievaluasi



Jakarta, Visi Muslim-  Ketua Umum Generasi Muda Islam Betawi (Gemus Betawi), Syech Mujahidin Djenar mengkritik kinerja staf atau tim komunikasi Istana terkait  teks pidato Presiden Jokowi soal makanan khas Kalimantan Barat, Bipang Ambawang.

Ia menilai, tim komunikasi istana lalai dalam membuat narasi pidato presiden yang kerap blunder. Kejadian seperti ini sudah kerap terjadi.

“Pidato iklan Bipang telah melukai perasaan umat islam dan merugikan citra presiden sendiri. Karena itu, tim komunikasi presiden perlu dievaluasi sehingga tidak ada lagi kejadian blunder yang akan berdampak pada  kinerja Pemerintah,” kata Mujahidin dalam surat terbukanya di Jakarta, Senin (11/5).

Menurutnya, sebelum teks pidato dibacakan oleh presiden, kata aktivis HMI ini, seharusnya ada pengecekan ulang terhadap isi teks pidato tersebut. Naskah harus dipastikan bebas dari segala unsur yang memicu polemik di tengah masyarakat.

“Nah jika terbukti ada unsur kelalaian atau kesengajaan, segera ganti staf atau timnya yang terlibat dalam pembuatan teks iklan bipang tersebut. Selain bikin gaduh, pidato itu telah merugikan presiden,” tegasnya 

Namun demikian, Mujahidin menganggap promosi kuliner khas daerah di Indonesia sah-sah saja dilakukan presiden. Hanya saja momennya tidak tepat saat mau Lebaran untuk disampaikan.

Seperti diketahui, Jokowi menyebut Bipang Ambawang bersama gudeg Yogya, bandeng Semarang, siomay Bandung, dan pempek Palembang, bisa dipesan secara online bagi warga yang rindu kuliner kampung halaman saat Lebaran.

Pidato Jokowi yang mempromosikan kuliner khas nusantara, termasuk Bipang itu menjadi polemik. Sebab, Jokowi menyebut makanan khas Kalimantan Barat itu sebagai kuliner yang biasanya dibawa mudik. [] Rm.id


Posting Komentar untuk "Polemik Bipang, Tim Komunikasi Presiden Jokowi Patut Dievaluasi"