Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengadilan Militer Alushta Menjatuhkan Hukuman 14 hingga 19 Tahun Penjara bagi 4 Aktivis Hizbut Tahrir Krimea



Alushta, Visi Muslim- Pengadilan Militer Distrik Selatan Alushta, Crimea, menggelar sidang terkait kelompok "Hizbut Tahrir" Alushta, Kamis, (10/6/2021). Dalam sidang tersebut jaksa memutuskan hukuman bagi para terdakwa dari 14 hingga 19 tahun penjara dalam penjara umum (Lapas) yang sangat ketat.

Penuntut berbicara singkat, bahwa merujuk pada fakta kesalahan mereka terbukti, yang dikonfirmasi oleh sejumlah bukti tertulis. Jaksa akhirnya memutuskan Lenur Khalilov divonis 19 tahun penjara dan hukuman sel isolasi selama 1 tahun 9 bulan, Ruslan Mesutov 18 tahun penjara dan kurungan isolasi selama 1 tahun 9 bulan, Ruslan Nagaev 15 tahun penjara dan 1 tahun sel isolasi, Eldar Kantemirov 14 tahun penjara dan 1 tahun sel isolasi.

"Pada 24 Juni kedepan tim pembela akan berencana meminta banding. Dimana para terdakwa akan menyampaikan kata-kata terakhir mereka." "Para terdakwa mendengarkan persyaratan gila dari jaksa penuntut negara dengan teguh dan tanpa emosi," kata pengacara terdakwa, Ayder Azamatov.

Pada 10 Juni 2019, empat muslim Tatar Krimea, Ruslan Nagayev dan Eldar Kantimirov, ditahan di Krimea di Alushta, di desa Maly Mayak, Ruslan Mesutov di desa Izobilnoye, Lenura Khalilov, ketua komunitas agama setempat "Alushta" juga ditahan, mereka ditahan akibat dari "kasus keanggotaan Hizbut Tahrir" sebuah partai politik Islam, yang telah dilarang di Rusia sejak tahun 2003.    

Pada 18 Juli 2019, Parlemen Eropa mengadopsi resolusi yang menyerukan Rusia untuk membebaskan semua tahanan politik Ukraina, termasuk mereka yang terlibat dalam kasus ini. 

Pada September 2019, organisasi hak asasi manusia internasional Freedom House meminta Rusia untuk membebaskan Muslim Tatar Ukraina dan Krimea yang dipenjara di Rusia. “Pertukaran tahanan antara Ukraina dan Rusia merupakan langkah penting untuk mengurangi jumlah korban dalam konflik yang melemahkan ini,” kata Mark Berendt, direktur program Freedom House di Eropa dan Eurasia.

Pada 23 September 2020, Pusat Hak Asasi Manusia Memorial mengakui para terdakwa kelompok Alushta dalam kasus Hizbut Tahrir Eldar Kantimirov, Ruslan Mesutov, Ruslan Nagaev dan Lenur Khalilov sebagai tahanan politik dan menuntut agar mereka segera dibebaskan. [] Gesang 

Posting Komentar untuk "Pengadilan Militer Alushta Menjatuhkan Hukuman 14 hingga 19 Tahun Penjara bagi 4 Aktivis Hizbut Tahrir Krimea "