Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Islam Memastikan Rakyat Tidak Kelaparan

Ilustrasi


Oleh : Isti Da'iyah (Sahabat Visi Muslim Media)


Tahun-tahun kesedihan, inilah yang sedang terjadi di negeri ini. Berita duka lewat beranda seakan tiada jeda, belum lagi permintaan tolong dari saudara yang sedang sakit dan isolasi mandiri. Kelangkaan obat-obatan dan oksigen terjadi di mana-mana. Keluh kesah para pedagang yang terpaksa menutup lapak dan tokonya karena ada penyekatan PPKM. Inilah pemandangan miris yang saat ini terjadi hampir setiap hari. Namun, pejabat masih bilang rakyat disuruh tenang di rumah saja, jangan kemana-keman kalau tidak ada tujuanya, sementara kebutuhan mereka tidak ada pemenuhanya.

Miris, ingin menangis ini fakta yang banyak dialami oleh warga berdampak pandemi, Sementara pemerintah terus mengklaim kalau rakyat akan baik-baik saja. 

Karena negara sudah merasa banyak berbuat untuk rakyatnya. Dengan salah satu solusinya mendirikan dapur umum dan melanjutkan pemberian bansos untuk pandemi. Benarkah rakyat hanya butuh makan saja, sehingga penghargaan yang diberikan kepada rakyat yang berdampak pandemi hanya sebatas urusan makan?.

Seperti dilansir dari Merdeka.com (11/07/21) yang mewartakan bahwa pemerintah akan memastikan tidak akan ada rakyat yang kelaparan selama pandemi dan PPKM darurat berlangsung. Koordinator PPKM darurat, memberi penekanan kepada jajaran pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikannya. Masyarakat dipastikan tidak akan mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Sementara menteri sosial juga akan menyalurkan beras sebesar 10 kg per penerima manfaat.

Di tempat terpisah juru bicara kementrian komunikasi dan informatika juga menyampaikan, pemerintah akan memastikan semua bantuan akan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dan selama terjadi PPKM, melalui Kementerian Sosial yang telah mengaktivasi dapur umum, menyediakan makanan siap saji untuk disalurkan dalam rangka mencukupi kebutuhan makanan bagi tenaga kesehatan dan petugas penjaga penyekatan PPKM di sekitar DKI dan wilayah penyangga. (Oknews.com 12/7/21).

Inilah yang diklaim oleh pemerintah, bahwa pemerintah hadir untuk rakyat dalam keadaan darurat pandemi. Pemerintah dengan percaya diri memastikan bahwa seluruh warga negaranya tidak akan ada yang kelaparan selama terjadi PPKM darurat. 

Dan akan memastikan semua bantuan akan bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Namun, benarkah hal ini bisa derealisasikan. Karena masih ditemukam fakta ada rakyat yang membutuhkan bantuan tidak bisa mengakses bantuan itu. Pasalnya, faktor administrative dan akses transportasi ke dapur umum yang tidak mendukung bagi para warga yang berdampak.

Rakyat Perlu Pembuktian Totalitas

Kegagalan pemerintah dalam menekan tingginya lonjakan kasus positif Covid-19 menyebabkan semakin terpuruknya sistem kesehatan, sehingga angka kematian terus meningkat, hal ini harusnya membuat pemerintah sadar diri dan melakukan intropeksi dan evaluasi.

Bukan malah mencari pembenaran atas segala kebijakan yang berantakan, mau ditutupi atau diklaim sebagus apapun kinerja pemerintah, fakta telah membuktikan di depan mata kegagalan kebijakan yang dihasilkan dari sebuah sistem kapitalis sekuler ini.

Pemerintah harus bisa membuktikan sejauh mana realisasi dari pemenuhan kebutuhan pokok ini. Mengingat kasus-kasus korupsi bansos yang telah terjadi di negeri ini membuat publik ragu akan kinerja para pemangku kebijakan. 

Publik berharap pemerintah lebih banyak bekerja dibanding membangun citra positif, bahwa sudah banyak melakukan tindakan penanganan wabah di negeri ini.

Oleh karena itu, bantuan-bantuan yang diperuntukkan untuk rakyat yang berdampak memang sangat diperlukan. Namun, mekanisme penyaluran dan urusan administrasi juga harus diperhatikan, jangan sampai rakyat dibuat ribet oleh masalah administrasi dan mekanismenya. Totalitas peran pemerintah sangat diperlukan agar rakyat tidak ada yang kelaparan karena kebijakan yang telah ditetapkan.

Pemenuhan Kebutuhan Pokok dalam Sistem Islam

Hal ini akan berbeda jika sistem Islam diterapkan dalam sebuah sistem pemerintahan. Islam dengan sistem yang komprehensif mengatur kehidupan manusia di dunia agar bisa selamat dunia dan akhirat. Termasuk dalam hal kepengurusan negara terhadap periayahan terhadap warganya.

Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda: " Dan imam atau pemimpin adalah pemelihara urusan (rakyat) dan dia ditanya tentang orang-orang yang diurusnya ( HR al Bukhari).

Sehingga tugas utama seorang pemimpin dalam sistem Islam adalah memelihara segala urusan rakyatnya, menunaikan kemaslahatan mereka, menjamin kebutuhan mereka serta menjaga rakyatnya dari segala marabahaya termasuk pandemi yang melanda negaranya.

Sistem Islam memastikan pemenuhan kebutuhan hidup rakyatnya dari individu per individu. Segala mekanismenya diatur sesuai syariah Islam, sehingga tidak akan ditemukan sekelompok masyarakat yang kelaparan, sementara sekelompok yang lain dalam keadaan berlimpah kemewahan.

Islam menetapkan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pokok individu, yaitu terpenuhinya kebutuhan akan sandang, pangan dan papan kepada seluruh warga negaranya, dengan mempermudah akses kepada orang yang menanggung tanggung jawab itu.

Islam mewajibkan kepada penguasa untuk mengatur ekonomi negaranya agar rakyatnya dapat memenuhi kebutuhannya, bahkan seluruh rakyat dapat memenuhi kebutuhannya tanpa ada yang kelaparan. Bahkan seluruhnya dipastikan dapat hidup dalam keadaan yang makmur dan sejahtera.

Pun demikian dalam situasi pandemi atau wabah yang terjadi dalam negeri Islam, Islam punya solusi yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Yakni dengan adanya konsep lockdown syar'i. Seperti yang dilakukan oleh Kholifah Umar bin Khathab, ketika terjadi wabah di negeri Syam maka umar segera melakukan karantina wilayah (lockdown) agar wabah tidak menyebar ke daerah yang tidak berdampak. Daerah yang di lockdown akan mendapat jaminan kebutuhan pokok dari negara, serta pelayanan kesehatan yang manusiawi.

Sehingga daerah yang tidak terkena wabah bisa membantu kebutuhan daerah yang terkena wabah. Sehingga tidak akan ditemukan warga yang kelaparan ketika terjadi wabah. Saling suport dan saling membantu membuat wabah segera bisa diatasi.

Sistem Islam mampu merealisasikan harapan umat akan ketulusan pemerintah dalam mengatur segala urusan rakyatnya. Pemenuhan harapan itu niscaya terjadi karena setiap pemimpin yang dipilih demi menjalankan tugas memenuhi kebutuhan rakyat tidak akan mengingkari amanahnya. Semua itu karena ketakutan akan implikasinya di akherat.

Sabda Nabi saw: " Tidak seorang hamba pun yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu dia tidak memperhatikan mereka dengan nasihat, kecuali dia tidak mendapatkan surga" (HR al Bukhari).

Oleh sebab itu sudah selayaknya umat yang besar ini bermuhasabah diri, untuk kembali kepada syariat Islam yang bisa memberi solusi untuk kebahagiaan yang hakiki. Yang sudah terbukti belasan abad bisa menjadi marcusuar dunia. Tidakkah kita merindukannya, sebuah sistem yang keberadaanya akan mendatangkan rahmat bagi seluruh dunia.


Wallahu'alam bishawab. 

Posting Komentar untuk "Sistem Islam Memastikan Rakyat Tidak Kelaparan"