Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengangkat Isu HAM, Propaganda Amerika untuk Menjaga Kepentingannya

 


Jakarta, Visi MuslimDalam kasus Taliban baru-baru ini, Amerika Serikat tampak memainkan isu HAM yang membuat kekhawatiran publik ketika Taliban berkuasa di Indonesia. Cara seperti itu adalah salah satu propaganda Amerika Serikat untuk menjaga kepentingannya di negara yang ia jajah, termasuk Afghanistan. Hal ini diungkap oleh Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana.

Cuman yang penting digarisbawahi adalah, sebenarnya fokusnya bukan di isu seperti itu, tetapi bagaimana ketika Taliban berkuasa bisa tetap menjaga kepentingan Amerika Serikat pasca meninggalkan Afghanistan. Selama kepentingan Amerika bisa dijamin, mereka tidak akan masalah jika Taliban berkuasa, dan itu kemudian tercantum dalam perjanjian Doha,” ungkapnya dalam diskusi daring Fokus: Masa Depan Afghanistan, Ahad (22/8/2021) di kanal YouTube UIY Official.

Isu propaganda seperti itu akan terus dimainkan Barat kepada siapa pun. Sehingga sering kali hal itu menjadai prasyarat yang dipertanyakan oleh Barat. Termasuk saat Taliban berkuasa saat ini.

“Ya Amerika akan mengambil isu-isu tadi dan memainkannya ketika merasa kepentingannya terganggu di sana. Seperti Amerika memainkan itu di berbagai negara termasuk Indonesia,” jelas Budi.

Taliban pun dipaksa untuk menjadi pragmatis untuk bisa melanggengkan kekuasaanya. Belajar dari kasus saat mereka berkuasa pada tahun 1996 hingga 2001. Taliban dipaksa untuk lebih realistis dan melunak.

“Taliban harus lebih realistis terhadap isu-isu internasional yang berlaku. Misalkan bagaiamana dia harus melakukan pendekatan dengan negara-negara lain Cina, misalnya. Meminta dukungan kepada negara Muslim yang moderat seperti Indonesia,” pungkas Budi.[] Fatih Solahuddin

Posting Komentar untuk "Mengangkat Isu HAM, Propaganda Amerika untuk Menjaga Kepentingannya"