Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fenomena Dark Jokes, Buah Penerapan Sekulerisme




Oleh: Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 


Istilah "dark jokes" tentu merujuk kepada salah satu cara para komedian. Secara bahasa "dark jokes" adalah guyonan atau komedi hitam. Pengertiannya adalah sebuah cara atau model guyonan atau komedi yang mengambil dan membicarakan hal-hal tabu di tengah-tengah masyarakat. Seringkali komedian termasuk komika yang mengambil dark jokes sebagai model komedinya, akan menuai banyak kontroversi.

Hal-hal yang tabu bahkan negatif dalam dark jokes bisa mengambil fenomena kematian, pemerkosaan termasuk kejahatan lainnya. Bahkan tidak jarang bermuatan penistaan terhadap kelompok tertentu. Tentunya hal demikian akan menyakitkan.

Fenomena dark jokes akhir-akhir ini mencuat pasca ditangkapnya Coki Pardede karena tersandung narkoba jenis sabu. Profil bintang stand up comedy itu terbuka. Ia termasuk salah satu komedian dan komika yang mengambil dark jokes sebagai style guyonannya.

Bersama Tretan Muslim, seringkali Coki Pardede melangsir joke-jokenya. Sekitar tahun 2018, Coki dan Tretan membuat joke yang menyinggung umat Islam. Mereka memasak babi dicampur dengan kurma. Komentar Coki waktu itu adalah babi akan menjadi halal karena dimasak bersama kurma.

Begitu pula di masa pandemi ini. Coki membuat joke mengenai Corona. Ia mengucapkan angpao saat Imlek adalah berupa Corona. Tentu banyak pihak yang menyayangkan tidak empatinya mereka terhadap korban dari Corona.

Demikianlah sosok Coki Pardede yang liar dalam fantasi joke-nya. Tidak ada lagi nilai kepatutan yang diperhatikan. Tidak ada nilai halal haram yang menjadi ukuran. Asalkan mereka bahagia dan bisa ketawa, walaupun menyakiti, menghina dan menistakan ajaran agama, khususnya Islam. Dan fenomena keterlibatannya dalam narkoba semakin membuktikan gaya hidup yang bebas dan hedonis.

Maraknya dark jokes bahkan yang bermuatan penistaan Islam akibat dari penerapan sekulerisme. Pola berpikir sekulerisme yakni memandang ajaran agama bukan sebagai suatu hal sakral. Ajaran agama dalam hal ini Islam dijadikan sebagai alternatif bahan materi guyonan.

Sekulerisme telah menciptakan sebuah kondisi masyarakat agar bersikap ramah terhadap sebuah penyimpangan. Fenomena dark jokes bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan dianggap sebagai hiburan. Tatkala dianggap sebagai hiburan, maka dark jokes menjadi lumrah. Endingnya penistaan Islam yang terbungkus dalam dark jokes dipandang pula sebagai hiburan.

Akibat berikutnya, kaum muslimin tidak lagi marah terhadap berbagai penistaan yang terus berulang. Lama kelamaan kaum muslimin akan menjauh dari Islam. Tatkala disampaikan kepada mereka tentang ajaran Islam, justru reaksinya mengabaikan. 

Yang lebih parah lagi adalah pengaruh dark jokes kepada generasi muda. Para komika dark jokes menjadi idolanya. Jika sudah mengidolakan, maka setahap lagi gaya hidup dan jejak mereka akan diikuti oleh generasi muda. Generasi muda menjadi tidak tertarik untuk mempelajari Islam.

Generasi muda akan memandang Islam bukanlah sebagai agama yang hak. Semua agama dipandang benar menurut pemeluknya masing-masing. Sedangkan sikap mereka ingin melepaskan diri dari sikap subyektif tersebut. Mereka akan menjadi generasi yang agnostik. Mereka tidak ingin terikat dengan ajaran agama tertentu. Alasannya ajaran Islam ditempatkan sebagai bahan materi guyonannya.

Oleh karena itu, guna menghentikan dark jokes yang merusak tersebut adalah dengan membuang sekulerisme. Pandangan hidup sekuler telah menempatkan negara sebagai penjaga kebebasan atas nama HAM. Menghina, menyakiti, membully dan menista Islam dipandang sebagai kebebasan. 

Selanjutnya aqidah Islam dijadikan sebagai asas kehidupan. Maka dalam mengatur semua urusan kehidupan dilakukan dengan menerapkan aturan Islam.

Aturan Islam telah menetapkan bahwa wajib bagi setiap orang untuk berkata baik. Sebuah perkataan yang isinya adalah saling menasehati dan mengingatkan atas halal haram dan pahala serta dosa. Di samping itu, haram bagi setiap orang melakukan perkataan yang mengandung dosa dan permusuhan. Begitu pula negara akan menerapkan larangan menistakan Islam dan sangsi hukum yang keras atas pelakunya. 

Demikianlah arahan Islam dalam membersihkan kehidupan dari hal-hal yang rusak dan merusak. Selanjutnya dengan penerapan Islam akan tercipta kehidupan yang bersih, suci dan dihiasi oleh keimanan dan ketaqwaan. 


#08 September 2021 

Posting Komentar untuk "Fenomena Dark Jokes, Buah Penerapan Sekulerisme"