Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mewaspadai Bahaya Laten Komunisme dan Bahaya Nyata Kapitalisme



Oleh: Muh. Sjaiful (Ketua Forum Intelektual Muslim Indonesia Sulawesi Tenggara)

Peradaban manusia selamanya berkelindan dengan benturan antar ideologi. Samuel Huntington dalam buku yang ditulis bertajuk The Clash Of Civilizatin And The Remaking of World Order mengakui realitas tersebut. Fakta sejarah umat manusia menunjukkan bahwa ada tiga ideologi besar yang saling berkompetesi mempengaruhi peradaban umat manusia dengan motivasi yang berbeda satu sama lain. Tiga ideologi dimaksud, ideologi Islam, Ideologi Kapitalisme-Sekuleristik, dan Ideologi Sosialisme-Komunisme. Tiga ideologi ini menjanjikan kebahagian bagi umat manusia dengan metode serta mekanisme operasional yang berbeda.

Fakta sejarah menunjukkan sejatinya hanya ideologi Islam yang memberikan harapan kesejahteraan serta kebahagian bagi umat manusia ketimbang dua ideologi lainnya yakni Kapitalisme dan Komunisme. Ideologi Islam yang mampu menguasai peradaban umat manusia selama 14 abad lamanya dengan dengan keberhasilan menghantarkan tingkat kesejahteraan yang dirasakan oleh umat manusia telah diakui oleh penulis barat yang objektif, semisal Thomas Walker Arnold, dalam buku The Preaching of Islam (A History of the Propagation of the Muslim Faith bahwa orang-orang Kristen yang hidup di masa pemerintahan Islam di Andalusia hidup sejahtera serta mendapat perlakukan lebih baik daripa saudara-sauadar Kristen mereka yang mengungsi ke Perancis. Hal yang sama, penulis barat, Will Durant, menyebutkan bahwa “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapa pun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa; yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.”

Sementara pada faktanya, dua ideologi besar dunia lainnya, ideologi Kapitalisme dan Ideologi Sosialis-Komunis, adalah dua ideologi yang paling bertanggungjawab terhadap pertumpahan darah serta kesengsaraan ekonomi yang mendera umat manusia. Kegagalan komunisme mensejahterakan umat manusia dicatat oleh Republika.co.id, 29 September 2015, bertajuk “Kebiadaban Komunisme”, bahwa sesudah sekitar 70 tahun komunisme berkuasa di 28 negara, ternyata mereka gagal memenuhi janji memakmurkan rakyat dengan ideologi Marxisme-Leninisme itu. Pemimpin partai, setelah memegang kekuasaan, ternyata lebih korup dan menindas rakyat ketimbang pimpinan negara nonkomunis. Seperti rumah-rumahan kartu domino ditiup kipas angin, negara-negara komunis itu runtuh bergeletakan. Mereka menyatakan meninggalkan ideologi itu.

Derap yang sama juga digambarkan oleh ideologi Kapitalisme yang gagal mensejahterakan umat manusia. Ini dicatat secara baik oleh Sri Nawatmi dalam sebuah tulisan jurnal ilmiah bertajuk “KERAPUHAN SITEM KAPITALIS”, yang menguraikan bahwa Kapitalisme telah gagal dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan manusia. Kapitalisme juga telah melahirkan kesenjangan ekonomi yang semakin parah. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian lembaga   the   New   Economics   Fondation (NEF) Inggris, pada dekade 1980-an, dari setiap  kenaikan  pendapatan  per kapita  100 dolar AS, kaum miskin hanya menikmati 2,2 dolar AS atau  hanya 2,2%.  Artinya  97,8% lainnya dinikmati golongan kaya. Kemudian kurun 1990 – 2001, setiap kenaikan pendapatan per kapita 100 dolar AS, maka yang dinikmati orang-orang miskin hanya  6 sen atau 0,6%. Berarti 99,4% dinikmati golongan kaya. Fakta tersebut juga ditunjukkan dalam Human Development Report  2006  yang  diterbitkan  UNDP (United Nations Development Programme), 10 % kelompok kaya dunia menguasai 54% total  kekayaan  dunia.  Sedangkan   sisanya 90%  masyarakat   dunia   hanya  menguasai total   kekayaan    46%.    Ini   menunjukkan betapa telah terjadi ketidakadilan dan ketidakseimbangan. 

Bangsa Indonesia sebagai bagian dari rumpun besar peradaban dunia, tentu tidak akan lupa dengan memori sejarah pemberontakan komunis dengan sepak terjang yang membantai ulama dan para santri mulai dari kisah pembantaian tahun 1948 dan tahun 1965 yang bertebaran kisahnya diberbagai buku dan manuskrip sejarah Indonesia.

Hingga kini, denyut ideologi komunisme di Indonesia memang belum terang benderang tetapi bahaya laten kebangkitan kembali komunisme harus tetap diwaspadai oleh umat Islam. Begitu juga ideologi Kapitalisme yang saat ini sangat nyata merusak sendi-sendi perekonomian bangsa Indonesia, yang tampak mulai dari perampokan kekayaan sumber-sumber daya alam oleh oligarki korporasi hingga angka kemiskinan yang semakin merangkak naik, tetap juga harus diwaspadai.

Tidak ada alternatif lain bagi bangsa ini terutama juga umat muslim sedunia, selain harus menyadari kembali kepada kepemimpinan mabda Islam, sebab inilah yang mampu menghantarkan umat manusia kepada kemerdekaan hakiki serta keselamatan bagi umat manusia di dunia maupun di akhirat kelak.  []


Posting Komentar untuk "Mewaspadai Bahaya Laten Komunisme dan Bahaya Nyata Kapitalisme"