Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Miss Queen : Kampanye LGBT, Negara Miskin Proteksi




Oleh : Nurpah Achmad


Miss Queen Indonesia suatu ajang kompetisi yang dilaksanakan setahun sekali yang diikuti oleh para transgender diberbagai kota. Kompetisi yang memperebutkan juara transgender terbaik dan tercantik. Seperti kita ketahui bahwa transgender sendiri adalah seorang lelaki yang menyerupai wanita baik dari bentuk tubuh, cara berbicara, cara berjalan sampai pada mode pakaian. Sifat kemayu yang dimiliki seorang pria sehingga mereka menyebut dirinya sendiri seperti wanita. Tidak sedikit para pria ini melakukan operasi plastik pada bagian-bagian tertentu di tubuh mereka agar terlihat seperti wanita tulen. Bahkan mereka tidak segan untuk mengubah jenis kelamin yang awalnya pria menjadi jenis kelamin wanita.

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) seakan mulai mengaung di negeri ini, para LGBT ini sudah mulai gencar mengkampanyekan tentang jati diri mereka. Itulah sebabnya mengapa kompetisi Miss Queen ini masih ada sampai sekarang dikarenakan melalui ajang kompetisi ini meraka berharap mendapat pengakuan dan mereka dapat diterima dimasyarakat. Indonesia sebagai negara yang mayoritas Muslim seakan menutup mata dan telinga tentang masalah ini dan hanya sebagian tokoh-tokoh agama, ormas, dan sebagian kecil masyarakat yang dengan tegas menolak adanya komunitas LGBT ini karena tidak sesuai dengan hukum syara' dan ajaran Islam serta norma etika masyarakat.

Dilansir dari republika.co.id, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) Ustaz Jeje Zaenuddin menanggapi terkait Miss Queen Indonesia yang merupakan ajang para transgender. Beliau mengatakan "Sebagai bangsa Indonesia kami tentu sangat-sangat prihatin dengan acara-acara seperti itu. Kami adalah bangsa yang beradab dan beretika religius. Acara Miss Queen Indonesia yang mengompetisikan para transgender bukanlah kemajuan dan kebebasan, melainkan kebablasan atas kebebasan dan peradaban jungkir balik" (4/10/2021).

Perilaku LGBT sendiri seharusnya menjadi aib setiap pribadi tapi di negara dengan sistem demokrasi ini malah mempertontokan hal ini, dan difasilitasi untuk menayangkannya dimedia elektronik. Adanya pembiaran seperti ini menjadi jalan untuk komunitas LGBT semakin gencar dalam mengkampanyekan diri baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Tanggapan masyarakat pun beragam, pro dan kontra pun terjadi terkait komunitas ini, ada yang mendukung ajang kompetisi Miss Queen ini dan memberi selamat kepada pemenang serta mendukungnya untuk tampil diajang Internasional. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya komunitas LGBT sehingga masih banyak dari masyarakat yang seakan cuek dan tidak peduli. Perilaku LGBT sendiri merupakan perilaku yang menyimpang yang jauh dari ajaran Islam, serta masih banyak pandangan yang menyebutkan LGBT sebagai penyakit sosial, gangguan mental, atau praktik seksual yang menyimpang. Nyatanya, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama lima puluh tahun terakhir ini para ahli pun masih belum tahu penyebab pasti terjadinya perilaku LGBT ini.

PBB sampai meminta kepada Indonesia agar menerima dan mengakui komunitas LGBT ini tapi Pemerintah tetap menentang dan tidak menerima perilaku LGBT. Pemerintah berdalih bahwa negara hanya melindungi mereka sebagai warga Indonesia atas dasar perlindungan HAM. Mereka sebagai warga negara Indonesia yang harus dilindungi HAM nya bukan sebagai pelaku LGBT. 

Demi mengkampanyekan LGBT ini di Indonesia banyak perusahan-perusahan besar yang rela mengkucurkan dana dan mendukung komunitas ini agar mereka dapat diakui dan mendapat tempat di Indonesia. Segala cara dan upaya mereka lakukan salah satunya dengan mengadakan kompetisi Miss Queen ini. Pemerintah seakan tutup mata dan telinga melihat hal ini, tidak adanya tindakan keras untuk menghentikan komunitas ini. Pemerintah hanya mengatakan menolak tapi bukti dari penolakan itu tidak nampak. 

Solusi dari pemerintah juga tidak ada dalam menangani komunitas LGBT ini. Seharusya pemerintah dapat memberi binaan dan edukasi agar para pelaku LGBT bisa sadar dan dapat kembali ke kodrat yang di tentukan Allah swt. Sehingga, mereka juga dapat mensyukuri apa yang Allah berikan tanpa mengubah-ubah ciptaan Allah.

Sejatinya komunitas LGBT pernah terjadi juga di zaman Nabi Luth yang bernama kaum sodom, dimana kaum sodom pun merupakan kaum yang menyukai sesama jenis. Karena kaum sodom tidak menerima dakwah Nabi Luth jadi Allah mengirim tiga malaikat yang menyerupai pria tampan untuk menurunkan azab kepada kaum sodom.

Islam Solusi Tuntas

Islam merupakan agama yang sempurna, Islam juga merupakan aturan hidup untuk seluruh alam. Islam merupakan solusi segala problematika kehidupan umat manusia termaksud problem LGBT. Islam telah menjelaskan bahwa penciptaan laki-laki dan perempuan untuk kelangsungan jenis manusia, sebagaimana Allah swt menegaskan bahwa "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu". (QS. An-Nisa : 1).

Selain itu, Rasulullah saw juga menegaskan bahwa perilaku LGBT merupakan perilaku yang menyimpang dan dilaknat oleh Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah "Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual)". ( HR.at-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas)

Di dalam Islam negara akan senantiasa mewajibkan rakyatnya untuk senantiasa mempelajari akidah Islam dan membangun ketakwaan kepada Allah swt. Kemudian negara juga berkewajiban menanamkan norma-norma Islam, budaya, moral dan pemikiran Islam. Negara juga akan menghapus situs-situs pornografi dan semacamnya. Negara juga akan memberi sanksi tegas terhadap pelaku LGBT yang sesuai syariat Islam. Sanksi yang akan membuat efek jera agar perilaku tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat lainnya.


Wallahu'alam bi showab

Posting Komentar untuk "Miss Queen : Kampanye LGBT, Negara Miskin Proteksi"