Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Petani Pohon Zaitun Palestina Diserang oleh Pemukim. Israel di Tepi Barat yang Diduduki



Tepi Barat, Visi Muslim- Sekelompok petani Palestina yang memanen pohon zaitun mereka di Tepi Barat yang diduduki pada Jumat, (15/10/2021) diserang oleh sekitar 30 pemukim Israel, menyebabkan empat orang luka ringan, kata pejabat Palestina.

Serangan itu, yang terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim dalam beberapa bulan terakhir, dimulai ketika pemukim Israel turun dari pemukiman terdekat lalu mulai melemparkan batu dan menyemprotkan semprotan merica ke pemetik zaitun Palestina di dekat kota Salfit, lapor kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Otoritas kota Palestina melaporkan serangan itu dalam sebuah postingan di Facebook.

Para pemukim menghancurkan mobil dan mencuri buah zaitun, serta beberapa barang milik salah satu pemetik perempuan, kata kantor berita itu, kata Youssef Hammouda, seorang petani setempat.

Polisi Israel mengkonfirmasi bahwa mereka menangkap empat pemukim di dekat pemukiman Rechelim sehubungan dengan barang curian seorang wanita Palestina.

Dalam beberapa hari terakhir, pemukim garis keras bentrok dengan pasukan Israel dan merusak properti milik warga Palestina.

Bulan lalu, puluhan pemukim Israel menyerang sebuah desa Badui di Tepi Barat selatan, menghancurkan mobil dan rumah dan menyebabkan beberapa orang terluka, termasuk seorang balita Palestina yang dirawat di rumah sakit karena cedera kepala.

Serangan pemukim terhadap warga Palestina dan kebun pohon zaitun mereka biasa terjadi selama musim panen di musim gugur.

Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak tahun 1967, melakukan berbagai pelanggaran terhadap warga sipil Palestina.

Lebih dari 600.000 orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, dalam konstruksi pemukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. [] Khusnul Khatimah 

Posting Komentar untuk "Petani Pohon Zaitun Palestina Diserang oleh Pemukim. Israel di Tepi Barat yang Diduduki"