Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam Kekuatan Hari Pahlawan


Ilustrasi/Tribunnews


Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)


Arek-arek Surabaya tak akan pernah bisa mendapatkan kekuatan besar (superpower) itu jika tak pernah ada interaksi dengan Islam. Yang dengan kekuatan itu mampu mengusir penjajah Belanda (NICA) yang membonceng dibelakang Inggris. Para Ulama telah mampu menancapkan api jihad di Bumi Para Pahlawan di Surabaya.

Semangat jihad memang tak pernah padam dari abad ke abad sejak Nabi Muhammad SAW didaulat menjadi Kepala Negara di Madinah. Rasulullah SAW pun menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Beliau menawarkan tiga pilihan kepada daerah yang dituju. 

Pertama, jika masuk Islam maka negeri setempat akan dijamin harta dan nyawanya. Kedua, jika menolak masuk Islam tetapi rela untuk tunduk di bawah hukum Islam dan membayar jizyah, harta dan jiwa mereka dalam perlindungan. Ketiga, jika menolak dan malah ingin memerangi Islam, akan diperangi hingga hambatan dakwah itu hilang.

Dengan metode dakwah seperti ini dan diteruskan oleh para Khalifah sesudah Beliau SAW wafat, Islam mampu menguasai 2/3 dunia dalam kurun waktu 14 abad. Dunia (Muslim mau pun Non Muslim) mengakui bahwa Khilafah Islam bukan penjajah.

Ketika menguasai suatu negeri tidak melalukan pembantaian terhadap penduduk setempat. Tidak merusak tempat ibadah, membunuh orang tua, wanita, anak-anak dan pemuka agama. Berbeda dengan Penguasa Non Muslim yang menguasai negeri-negeri Kaum Muslimin.

Contohnya, ketika Ferdinan dan Isabella berhasil menguasai Andalusia (Spanyol dan Portugis) kembali, inkuisisi atau pembantaian kepada Warga Muslim dan Yahudi yang tidak mau murtad atau pindah agama. Begitu juga apa yang dialami Palestina dibantai Israel hingga sekarang.

Hari 10 November, Hari Pahlawan sebenarnya mengulang semangat Jihad yang digelorakan oleh mujahidin-mujahidin Islam terdahulu. Hanya berbeda jenis jihadnya. Kalau Khilafah Islam jihadnya bersifat offensive dalam artian aktif memperluas wilayah dakwah. Sedangkan peristiwa 10 November bersifat Jihad Defensif (mempertahankan tanah air dari serangan penjajah).

Berbeda jenis tetapi memiliki kesamaan karena menggunakan Islam sebagai ruhnya. Dan Ulama berperan sangat penting untuk membangkitkan semangat tarung Kaum Muslimin.

Arek-Arek Surabaya menjadi sangat kuat dan membuktikan keperkasaannya di medan laga. Berbekal Resolusi Jihad yang diberikan oleh KH. Hasyim Asy'ari, Bung Tomo membakar semangat Arek-Arek Surabaya.

Dengan lantang, Ia berpidato,"Dan kita yakin saudara-saudara. Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!!!

Seruan Bung Tomo itu disambut dengan pertarungan sengit 10 November di Surabaya. Dengan berbekal bambu runcing, para santri mampu melawan pihak kolonial. Islam lah yang menjadi sumber kekuatan melawan penjajahan.

Bung Tomo pernah menyatakan, "kalau tidak ada takbir saya tidak tahu dengan cara apa membakar semangat para pemuda melawan penjajah." Semangat jihad ini yang membuat penjajah ketakutan melawan para pejuang. Hari Pahlawan sebenarnya merupakan salahsatu anugerah Allah SWT yang dilimpahkan kepada penduduk negeri ini.

Selain Bung Tomo, ada Rasulullah SAW yang merupakan Pahlawan Islam yang paling besar. Beliau SAW menjadi panutan bagi para Khalifah dan para pejuang setelahnya untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Khilafah runtuh pun, semangat jihad terus berlangsung meski negeri-negeri Kaum Muslimin masih dijajah seperti Palestina, Afganistan, Irak, Suriah, Myanmar dll.

Semangat untuk bebas dari penjajahan (merdeka). Dan semangat jihad ini akan mendapatkan momentum paling besar ketika Kaum Muslimin bersatu dalam satu kepemimpinan global (Khilafah Alaa Minhajin Nubuwwah). Pada saat itu Khilafah akan mampu menghentikan penjajahan Amerika dan China atas dunia. 

Penjajahan yang sifatnya merusak negeri lain seperti pengerukan SDA. Dengan adanya Khilafah para pahlawan akan terakomadasi untuk menghentikan semuanya itu. Malah, Khilafah Islam akan menebarkan kemakmuran dan perdamaian di dunia tanpa penjajahan Kapitalisme ala AS dan Komunisme ala China. Semoga Allah SWT mengizinkan Khilafah tegak dalam waktu dekat ini. []

Bumi Allah SWT, 10 November 2021

#DenganPenaMembelahDunia.

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan 

Posting Komentar untuk "Islam Kekuatan Hari Pahlawan"