Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Cukup Sehari, Muliakan Ibu Dunia Akhirat Dengan Islam




Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)


Hari ini Rabu tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai hari Ibu. Ibu adalah pahlawan yang berpahala besar bagi anak-anak dan keluarganya. Ibu mengandung, mendoakan, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya untuk bahagia di dunia dan akhirat.

Kebahagiaan anak-anaknya adalah kebahagiaan Ibu. Ibu ingin mereka hidup lebih baik darinya. Seorang Ibu ingin terlihat tegar walaupun hidup kesusahan.

Ia ingin membeli banyak keperluan pribadinya. Tetapi ketika memiliki uang yang diperhatikan adalah keperluan keluarganya. Sungguh mulia para Ibu namun di alam kapitalisme sekuler saat ini banyak Ibu hidup sengsara dan tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya.

Misalnya ada seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tambusai Timur, Kabupaten Rokan Hulu, berinisial Z (19), mengaku berulang kali diperkosa sejumlah pria. Anaknya juga meninggal dunia diduga buntut dari perbuatan salah seorang pelaku (merdeka.com, 7 Desember 2021). Kasus ini viral dan membuktikan lemahnya pencegahan kriminalitas terhadap kaum wanita khususnya Ibu.

Bukan itu saja, para Ibu banyak yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka harus bekerja dalam dan luar negeri menghidupi keluarga. Padahal peran utama mereka seharusnya mengatur jalannya rumah tangga.

Urusan kerja semestinya dibebankan kepada Ayah sebagai tulang punggung pencari nafkah. Namun apa daya sistem kapitalis ini memeras dan mengeksploitasi kaum perempuan. Perempuan termasuk Ibu tak berdaya.

Banyak wanita dieksploitasi sisi feminismenya untuk melariskan dagangan produknya. Iklan-iklan komersial banyak yang menggunakan wanita sebagai pelaris produk. Di tempat kerja, wanita sering mendapatkan pelecehan seksual dan jauh dari keluarganya.

Maka pertanyaan yang muncul adalah mengapa negara begitu rapuh dalam membela wanita dan Ibu? Publik merasa hampir ada tempat yang aman bagi mereka. Kasus pemerkosaan 12 orang santri oleh Ustadz abal-abal semakin menyesakkan hati orang tua wa bil khusus Ibu.

Mereka mengharapkan sanksi hukum yang menimbulkan efek jera dan ternyata tak ada buktinya dalam sistem sekuler sekarang. Lalu bagaimana solusi yang hakiki dan fundamental untuk mengatasi segala problem hukum yang menimpa Ibu dan wanita? Jawabannya hanya ada dalam Islam. 

Islam memandang setiap wanita sebagai makhluk yang mulia. Ibu dalam pandangan Islam adalah sosok yang kemuliaannya tiga tingkat di atas Ayah. Ada surga dibawah telapak kaki Ibu.

Oleh karena itu setiap Ibu dan wanita harus dilindungi. Islam memberikan pahala bagi setiap anak yang memuliakan Ibunya. Islam dalam sebuah institusi negara juga memproteksi para wanita.

Misalnya ada seorang wanita yang ditahan dan dilecehkan oleh tentara Romawi di Benteng Amuria Turki. Hal ini membuat Khalifah Al Mu'tashim Billah penguasa Khilafah Abbasiyah murka. Lalu mengirimkan pasukan yang kepalanya sudah ada di depan benteng Romawi di Turki ekornya masih ada di kota Baghdad.

Pasukan Islam pun mampu menghancurkan 50.000 pasukan Romawi dan menghukum pelaku pelecehan. Islam pun menyediakan pekerjaan bagi para pria agar bisa menghidupi keluarganya dan agar wanita tidak bekerja di luar rumah.

Islam pun memuliakan wanita dengan memberikan mereka layanan pendidikan dan kesehatan yang gratis, setara dengan pria. Dalam Islam, siapa pun yang memiliki anak-anak perempuan dan mendidiknya dengan baik akan mendapatkan surga. 

Inilah yang tidak ditemukan dalam sistem sekuler sekarang. Islam secara lengkap memuliakan wanita dan Ibu. Menutup auratnya dengan pakaian yang syar'i. Menghindarkan mereka dari pergaulan bebas.

Tempat-tempat pelacuran dibubarkan. Para wanita dan Ibu diberikan kebebasan untuk berdakwah dan mengoreksi pemerintah. Ibu yang taat kepada suaminya menurut Islam akan memasuki Surga melalui pintu mana saja yang ia sukai.

Mari sudahi penderitaan para Ibu dalam sistem kapitalisme. Mari cintai dan muliakan mereka bukan hanya dalam sehari. Setiap hari adalah hari Ibu.

Muliakan mereka bukan saja di dunia tetapi juga di akhirat. Cintai mereka dengan doa, ikhtiar dan kalau berperan sebagai anak maka beramal menjadi anak yang sholih yang mendoakan kedua orang tuanya.

Agar orang tua khususnya Ibu terus mendapatkan aliran pahala di meski telah meninggal. Dan yang paling utama adalah mengganti sistem rusak kapitalisme yang tidak melindungi Ibu dengan menegakkan sistem Islam Kaffah. Sistem Islam yang terbukti menjaga, melindungi, membahagiakan dan memuliakan para Ibu. []

Bumi Allah SWT, 22 Desember 2021.


#DenganPenaMembelaDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan 

Posting Komentar untuk "Tak Cukup Sehari, Muliakan Ibu Dunia Akhirat Dengan Islam"