Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penumpang Gelap yang Meresahkan Syariat


Ilustrasi


Oleh: Citra Dewi Anita (Sahabat Visi Muslim Media)


Sahabat, akhir-akhir ini ada yang sedang trending di kalangan ibu-ibu, serial layangan putus. 

Siapa yang tak ikut terbawa perasaan saat menontonnya. Apalagi ceritanya tentang seorang istri yang mengetahui suaminya selingkuh dengan wanita lain. 

Tidak sedikit para wanita yang menjadi takut untuk menikah karena khawatir suaminya akan melakukan hal yang serupa sebagaimana peran pria dalam serial itu. 

Diakui atau tidak, serial ini membuat banyak yang akhirnya membenci poligami dan menghujat syariat. Padahal, tak ada yang salah dengan syariat, manusianyalah yang cacat dalam menerapkannya. 

Ada baiknya kita menyimak kisah Rasul dalam berpoligami. Bukan kehidupan poligami yang mulus tanpa ujian. Pernah diriwayatkan ketika Rasul membawa Shafiah binti huyai, ia seorang tawanan berdarah Yahudi yang kemudian dipersunting oleh Rasul. Ia telah menjadi muslimah yang taat dan baik juga bertakwa. Aisyah pun sempat cemburu dan Rasul berusaha menenangkan aisyah dengan menjelaskan agar Aisyah tidak bersikap demikian karena syafiah telah masuk islam dan menjadi muslimah yang baik. 

Kita sepakat, bahwa poligami berat untuk dilakukan. Dan lebih berat lagi ketika dilakukan dengan cara yang tidak benar seperti berhubungan layaknya suami istri tanpa ikatan yang sah. 

Jangan sampai kekecewaan kita kepada orang yang melakukan poligami menjadikan kita membeci kepada syariat yang ada. Boleh kita tidak suka dengan pelaku dan perbuatan tersebut tapi bukan berarti membolehkan kita benci pada syariat. Karena yang salah bukan syariatnya, tapi cela ada pada manusia yang penuh keterbatasan dan kekurangan. 

Begitupun dengan menonton serial yang kini ramai dibicarakan tentang poligami. Jangan sampai menghujat kepada syariat, mengecam orang yang melakukannya. 

Ketika syariat dijalankan dengan cara yang baik dan dengan sesuai dengan ketetapan dari Allah, semua permasalahan rumah tangga bisa diselesaikan. Bukan berarti bebas dari masalah, karena kehidupan dihiasi dengan ujian untuk membersihkan dosa kita, mengangkat derajat kita. 

Syariat Allah tidak pernah salah, hanya kita pelakunya yang sering mengandalkan hawa nafsu dibanding mengedepankan hukum yang telah Allah atur untuk membuat kita selamat dunia akhirat. 


Wallahua'lam bish shawab. 

Posting Komentar untuk "Penumpang Gelap yang Meresahkan Syariat"