Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam Kaffah Kunci Hidup Berkah





Oleh : Neni Nurlaelasari


Semakin hari semakin sering kita dihampiri berbagai berita tindak kriminal, korupsi yang merajai, kesulitan ekonomi, ketidakadilan hukum, penguasaan sumber daya alam oleh oligarki, kenakalan remaja, tingginya angka perceraian, KDRT, dan segudang masalah yang mungkin tak terungkap ke permukaan. Sejatinya kerusakan yang terjadi hari ini tidak berbeda jauh dengan masyarakat Arab jahiliah pada zaman dahulu. Hanya bentuk perbuatan yang berbeda namun intinya tetap sama.

Sepatutnya kita bertanya, apa penyebab segala kerusakan ini terjadi? Lalu mencari solusi yang tepat agar segala kerusakan ini bisa diatasi. Kerusakan yang terjadi, dapat kita teliti dari beberapa faktor diantaranya :

1. Pemikiran masyarakat, yaitu cara pandang yang berlaku di masyarakat dalam menilai sebuah perbuatan.

2. Perasaan masyarakat, yaitu naluri yang muncul untuk membenarkan atau tidak terhadap suatu perbuatan.

3. Aturan yang ditetapkan karena hukumlah yang mengatur kehidupan baik individu, masyarakat maupun negara.

Sistem Yang Menentukan Arah Masyarakat

Selain beberapa faktor kerusakan diatas, faktor sistem /mabda pun ikut menentukan arah dari maju mundurnya sebuah masyarakat. Di dunia ini ada 3 mabda yang menentukan arah kehidupan dari sebuah masyarakat atau negara, yaitu :

1. Mabda kapitalisme dengan asas sekularisme yaitu paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Segala aturan dalam kehidupan tidak boleh sedikitpun diatur agama. Bagi sistem ini agama hanya untuk mengatur ranah ibadah. Segala peraturan dalam kehidupan dibuat oleh manusia yang menjunjung tinggi nilai manfaat untuk mencari keuntungan materi sebanyak mungkin tanpa peduli standar halal atau haram. Peraturan yang dibuat pun akan berubah terus menerus sesuai kepentingan. Tentu kerusakan pun tak bisa dihindari dalam masyarakat.

2. Mabda sosialisme komunisme yaitu paham yang tidak mengakui agama. Bagi paham ini agama hanya candu yang akan merusak. Manusia yang membuat aturan harus sejalan dengan roda alam. Menjunjung tinggi nilai persamaan dan kesetaraan untuk setiap anggota masyarakat. Dan kerusakan pun terjadi karena keadaan setiap anggota masyarakat tidaklah sama dan tidak bisa disetarakan.

3. Mabda Islam yaitu sistem yang bersumber dari Al-Qur'an sebagai wahyu yang berasal dari Allah Sang Pencipta. Aturannya tidak akan berubah dan mengatur segala aspek kehidupan baik individu, masyarakat maupun negara. Tidak memisahkan agama dari kehidupan justru aturan agama yang mengatur dan berjalan bersama dalam kehidupan.

Sistem Islam inilah yang telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun Madinah. Kemudian dilanjutkan oleh generasi penerusnya yaitu masa Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Turki Utsmani hingga Islam tersebar ke seluruh dunia dan mencapai titik peradaban emas sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Meneladani Rasulullah Atasi Problematika

Menerapkan Islam sebagai sebuah sistem tidaklah mudah. Beberapa tahapan ditempuh Rasulullah dalam mendakwahkan Islam sebagai agama dan sistem yang mengatur kehidupan diantaranya :

1. Tahapan pembinaan dan pengkaderan (marhalah tatsqif wa takwin)

Rasulullah memulai dakwahnya di Mekkah dengan mengumpulkan parah sahabat dan orang-orang yang telah beriman di Darul Arqom dengan jalan mendidik dan membina dengan aqidah dan syariat. Tujuannya agar umat Islam menyadari tugas dan tanggung jawab sebagai seorang muslim serta memiliki kesadaran untuk menegakkan syariat. Menjadikan aqidah Islam sebagai pandangan hidupnya dan syariat Islam sebagai tolak ukur perbuatannya.

2. Tahap interaksi dan perjuangan di tengah umat (marhalah tafa'ul ma'a al ummah)

Setelah para sahabat dan orang-orang yang beriman memahami Islam yang sempurna, kemudian bersama Rasulullah mendakwahkan Islam secara terang-terangan ditengah masyarakat. Menjelaskan dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kehidupan yang harus diatur dengan syariat Islam sehingga terbentuklah masyarakat yang memiliki pemikiran dan perasaan yang sama.

Akhir dari tahapan ini adalah tholabun nusrah (mencari dukungan dari ahlun nusrah) yaitu ketika Rasulullah mendatangi pemimpin dari berbagai kabilah agar menyerahkan kekuasaan kepada Rasulullah untuk menerapkan syariat. Seperti Rasulullah mendatangi pemimpin kabilah di Thoif dan berbagai daerah lainnya hingga pada akhirnya pemimpin kabilah Yastrib (Madinah) yang bersedia untuk menyerahkan kekuasaannya untuk dipimpin Rasulullah menerapkan Islam melalui Baiatul Aqobah 1 dan Baiatul Aqobah 2.

3. Tahapan penerapan hukum Islam (marhalah tathbiq ahkamul Islam) 

Ditandai dengan hijrahnya Rasulullah setelah Baiatul Aqobah 2 menuju Madinah. Dari Madinah ini Rasulullah memimpin dengan menerapkan seluruh syariat Islam baik untuk mengatur individu, masyarakat maupun negara. Fungsi pemerintah sebagai pelindung, pengayom, serta penanggung jawab di laksanakan seperti :

a. Individu yang dibina ketaqwaannya menjadikan syariat Islam sebagai standar pemikiran dan perbuatannya sehingga dalam tingkat keluarga bisa meminimalisir tindak KDRT, perceraian, maupun kenakalan remaja.

b. Masyarakat dibina dan didorong untuk melaksanakan fungsi amar makruf nahi mungkar untuk mencegah tindak kriminal.

c. Negara berperan untuk menegakkan hukum sesuai syariat tanpa memandang kedudukan siapa pun sehingga tidak akan terjadi penegakan hukum yang tidak adil.

d. Negara mengelola barang kepemilikan umum seperti sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat sehingga tidak terjadi ketimpangan sosial yang menyebabkan kesulitan ekonomi yang memicu terjadinya kejahatan.

Dengan melihat berbagai kerusakan yang terjadi hari ini, seyogyanya kita bisa meneladani Rasulullah dalam mengatasi problematika kehidupan dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh). Agar kehidupan yang penuh berkah bisa terwujud sebagaimana dalam Alquran :

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ( ayat-ayat Kami) , maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. Al-Araf:96).

Kita sebagai muslim yang mengimani bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah sudah seharusnya meneladani jejak Rasulullah dalam menerapkan Islam dalam kehidupan. Wallahu alam bish showab. 

Posting Komentar untuk "Islam Kaffah Kunci Hidup Berkah"