Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buruh Di-PHK karena Shalat, Pemerintah Lepas Tangan

Sekitar lima buruh Huawei Tech Investment Semarang diputus hubungan kerja (PHK) menjelang Lebaran yang dilakukan secara bertahap sejak Februari hingga Juli 2013. “Saya termasuk yang di-PHK,” kata mantan Ketua serikat pekerja Huawei Tech Investment Semarang Victor Dethan ditemui sesusai mengadu ke Komisi D DPRD Kota Semarang. 

Lima orang buruh yang di-PHK tersebut, tiga merupakan pengurus dan dua lainnya anggota dari serikat pekerja. “Tuntutan kami adalah dipekerjakan kembali. Apalagi sebelumnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Semarang juga telah menganjurkan kepada perusahaan agar para buruh dipekerjakan kembali,” katanya.

Victor menjelaskan sebenarnya Disnakertrans dan DPRD Kota Semarang telah berupaya melakukan mediasi antara buruh dengan pengusaha, tetapi dari pengusaha tidak pernah hadir. Usai menerima aduan dari para buruh, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Fajar Adi Pamungkas mengaku pihaknya akan kembali mengupayakan adanya mediasi antara buruh dan pengusaha.

Kami juga telah meminta Disnakertrans Kota Semarang agar mendatangi perusahaan. Perusahaan harus menjelaskan alasan tidak bersedianya segera memperkerjakan kembali para buruh,” katanya.

Jika upaya mempekerjakan kembali para buruh tidak dapat ditempuh, seharusnya perusahaan juga segera menjalankan kewajibannya memberikan pesangon kepada para buruh yang di-PHK . Fajar mengakui menjelang Lebaran, dirinya juga kembali menerima tiga surat aduan terkait persoalan para buruh di Kota Semarang. “Seluruh aduan yang berkaitan dengan THR, harus segera ditindak. Akan tetapi sejauh ini untuk pembagian THR sudah berjalan sesuai regulasi yang sudah ada. [republika.co.id, 3/8/2013]

Posting Komentar untuk "Buruh Di-PHK karena Shalat, Pemerintah Lepas Tangan"

close