Strategi Itu Sedang Bekerja


Rasa kesel, sebel, marah, bahkan ada rasanya yang mau muntah, dan se-abreg emosi lainya melihat perilaku Banser GP Anshor yang semakin merasa “berhasil mengukir prestasi" membubarkan pengajian. Bahkan prestasi persekusi pengajian Ustadz Felix Siauw tersebut sepertinya melebihi “prestasi” mereka dalam menjaga gereja.

Rasa marah dan emosi yang meledak tersebut adalah sangat wajar bagi mereka yang melek politik dan masih bergelora dalam dadanya keimanan. Dipertanyakan keimanan seorang Muslim jika diam saat syi'ar agama Allah dipersekusi.

Klarifikasi yang dilakukan oleh Ustadz Felix dalam menjawab segala fitnah atas beliau adalah benar dan sudah tepat. “Alhamdulillah ‘ala kulli hal”. Bahkan Surat Terbuka untuk Banser GP Anshor Sidoarjo oleh Habib Abu Syuja’ Al Khathab bin Muhammad bin Abu Syab bin Abu Muhammad al Banjari, juga merupakan suatu kemajuan kesadaran yang luar biasa.

Semua upaya kawan-kawan di medsos yang terus mendo’akan saudaranya Banser GP Anshor agar bertobat, mencari pekerjaan lain, dan kembali ke jalan yang benar pun adalan tindakan yang harus terus ditingkatkan.

Tidak ada istilah kalah dalam melakukan dakwah, karena kita sedang berbisnis dengan Allah. Berbisnis atau berdagang dengan Allah tidak mengenal kata rugi. Rangkaian persekusi yang terjadi atas pengajian Ustadz Felix adalah tahapan dari alaminya perkembangan dakwah. Kita doakan agar Ustadz Felix selalu dijaga Allah dan semoga kita selalu dalam bimbingan-Nya dalam menjalani tahapan ini.

Sisi Politis yang sangat penting disadari adalah, bahwa strategi Asing dalam MEMBELAH dan MENGADU DOMBA umat Islam sedang bekerja. “Komunitas Internasional” (baca: Zionis Internasional) terus melakukan pemetaan kekuatan dan pemilahan kelompok Islam untuk mengetahui siapa kawan dan siapa lawan, serta mengatur strategi dengan “pengolahan” sumber daya yang ada di Dunia Islam.

Apa yang telah diterjadi di Bangil kemaren adalah implementasi “Mapping the Global Future” yang dilakukan oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Intelegent Council) atau NIC. NIC dalam hal ini bukan sekedar meramal kondisi masa depan dunia, namun juga merancang “Manajemen Konflik” di internal umat Islam untuk melemahkan kekuatan Islam dan mempertahankan hegemoni Barat.

Salah satu desain yang saat ini sedang bekerja adalah  membenturkan internal tubuh umat Islam, yang mereka pandang dengan Islam “Tradisionalis” (dalam hal diwakili oleh Banser GP Anshor)  dengan Islam “Fundamentalis” (Ustadz Felix Siauw).

Islam Fundamentalis dipahami Barat sebagai kelompok masyarakat Islam yang menolak nilai-nilai Demokrasi, dan kebudayaan Barat Kontemporer, serta menginginkan formalisasi penerapan syari’at Islam. Sementara Islam Tradisionalis adalah kelompok masyarakat yang konservatif yang mencurigai modernitas, inovasi dan perubahan. Mereka berpegang kepada substansi ajaran Islam tanpa peduli kepada formalitasnya.

Konfrontasi antara kaum Tradisionalis dengan Fundamentalis ini terus dipelihara  dan dikipas-kipasi agar kian membara. Jargon  klasik yang mendada-ada dan tidak rasional adalah: Anti Pancasila? Anti Kebhinekaan?  NKRI harga mati?

Semua alasan itu sungguh miris. Karena jika rasional dan sedikit cerdas, tentu yang dilakukan Banser GP Anshor adalah membubarkan lembaga yang korup (karena jelas korupsi anti Pancasila), membubarkan kementrian yang terus memalak dan mencekik rakyat dengan pajak, mempersekusi lembaga yang menyetujui Perppu Ormas menjadi UU ormas yang sangat diktator, membubarkan kegiatan dan lembaga yang menumpuk hutang hingga Rp 4.000 trilyun, menjual BUMN, jalan tol, Bandara, dan aset Negara NKRI Harga Mati. Karena semua itu membuat Pancasila kian merana, dan NKRI mati harga !

Ala kulli hal, sepanas apa pun hati kita melihat dan menyaksikan kejadian umat ini, pikiran kita harus tetap adem dan instink politik kita harus tetap tajam.  Apa yang saat ini terjadi merupakan bentuk makar orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Banser GP Anshor tetap saudara kita Muslim, "se-gemas" apa pun perilaku mereka saat ini, termasuk Polisi yang dikangkangi oleh ormas ini juga bukan musuh  kaum muslimin. Kita jangan mau diadu domba. Musuh kita adalah orang-orang Kafir dengan haluan Kapitalis Liberalis berkoalisi dengan Komunis yang terus membuat makar dan tipu daya atas Islam dan kaum muslimin. 

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya” (Ali Imran 54). [vm]

Penulis : H. Lutfi Hidayat

Belum ada Komentar untuk "Strategi Itu Sedang Bekerja"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel