Aksi Bela Tauhid Malang Sukses Terselenggara, Walau Coba Dipersekusi


VisiMuslim, Malang - Aksi Bela Tauhid di Malang Jawa Timur tetap terselenggara pada Hari Ahad (28/10/2018), walau ada upaya untuk membubarkan aksi.

Sejak sebelum Shubuh,  masjid jami' alun-alun Kota Malang dan beberapa masjid sekitarnya dipenuhi massa yang ingin mengekspresikan kecintaan kepada bendera tauhid dengan menghadiri aksi ini. Peserta aksi sebagian besar tahu dari flier undangan aksi yang tersebar di media sosial. 

Selepas sholat shubuh di hadapan ribuan massa, walikota Malang Sutiaji mengatakan, "Arema (Arek Malang) sepakat menolak kalau Malang dijadikan sebagai ajang politisasi bendera tauhid." Walikota juga memanggil koordinator aksi sebagai penanggung jawab aksi. Berikutnya kapolresta Malang Kota AKBP Asfuri meminta massa bubar dan kembali ke rumahnya masing-masing. Selain meteka berdua,  tampak hadir juga dari unsur forkompimda Malang yaitu Dandim 0833 kota Malang Letkol Inf. Nurul Yakin dan lain-lain. Koordinator aksi pun membubarkan massa. 

Ribuan massa yang berhimpun, terdiri dari beberapa majelis ta’lim dan komunitas, di antaranya Majelis Dzikir dan Ta’lim Taqorrub Ilallah, Majelis Ta’lim Pondok Bambu Al-Islam kota Malang, Majelis Dzikir Wa Taklim ‘Ihyaul Quluub, Majelis Ta’lim Sholawat Asyghil, Komunitas Islam Kaffah Malang (Kifama), Forum Mahasiswa Muslim Peduli Bangsa (FMMPB), dan Kreativitas Insan Shalih Shalihah (KIASS), Komunitas Masyarakat Marjinal, Komunitas Islamuda, dan komunitas Masyarakat Tanpa Riba, dan lain-lain. Semuanya tidak bergeming sampai waktu masuk pukul 05.00 WIB, massa tidak mau beranjak dari lokasi, depan masjid jami' alun-alun. 

Tak pelak ketegangan terjadi antara massa dengan unsur Forkompimda bersama jajaran aparat keamanan. Shalawat asyghil dilantunkan massa,  untuk lebih meredakan suasana memanas,  seiring dengan terbitnya matahari pukul 06.00 WIB. 

Massa masih bersemangat. Kibaran ribuan panji-panji tauhid dan bentangan panji tauhid raksasa, sempat diabadikan oleh pesawat drone. Dan mulailah terjadi dorongan,  desakan sampai pemukulan oleh sekelompok orang tidak berseragam terjadi.  Termasuk perampasan bendera tauhid. Untuk itu LBH Pelita Umat Korwil Jatim melakukan pendampingan, yang dalam waktu dekat akan segera melakukan konferensi pers.


KH Abdul Qoyyum: Membakar Bendera Tauhid, Membakar Hati Umat Islam

KH. Abdul Qoyyum pimpinan Majelis Ta'lim Pondok Bambu Al Islam Kota Malang yang ikut serta hadir dalam aksi memberi komentar terkait tragedi pembakaran Ar-Rayah. Ulama Malang Raya yang lebih akrab dipanggil Abah Qoyyum menyatakan bahwa tragedi pembakaran kalimat tauhid ini telah membakar hati seluruh umat Islam. Bukan hanya umat Islam di Indonesia melainkan juga umat Islam di luar Indonesia. 

"Bendera tauhid itu merupakan bendera Rasul, dan itu bukan bendera Hizbut Tahrir," Kata Abah Qoyyum, "wajar umat Islam memiliki kemarahan yang tinggi."

Ia menganalogikan, jika bendera partai saja dibakar saja kadernya pasti bereaksi, tentu adalah hal yang lumrah jika umat Islam juga bereaksi jika bendera Rasul dibakar. 

Untuk itu, Abah Qoyyum mengungkapkan, pelaku pembakaran ini tidak boleh dibiarkan, harus ada tindakan. 

"Yang jelas, harus minta maaf kepada umat Islam yang paham Islam dan mengerti aqidah. Tapi nggak cukup dengan permintaan maaf melalui video. Karenanya, bertaubatlah kalian. Jangan sampai terulang kembali. Ini merupakan dosa besar." Pungkasnya.

Seruan kepada umat Islam untuk bersatu di Bawah Panji Rasulullah Saw disampaikan oleh Fitriaman, SE., MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA., intelektual muslim muda dari Malang yang hadir di Aksi Bela Kalimat Tauhid Kota Malang.

 “Saatnya Umat Islam bersatu di bawah panji dan bendera Rasulullah SAW, jika tidak maka pelecehan, penistaan dan penghinaan seperti ini pasti akan terus terjadi.” Katanya.

Ia juga menegaskan bahwa bendera tauhid bukanlah bendera HTI. “Bendera Tauhid adalah bendera Rasulullah SAW milik seluruh ummat Islam sedunia, bukan bendera HTI.” [vm]

Sumber : Banjar Kota
loading...

Belum ada Komentar untuk "Aksi Bela Tauhid Malang Sukses Terselenggara, Walau Coba Dipersekusi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel