Prostitusi Online Potret Kerusakan Tatanan Sosial


Oleh: Dwi Suryaningsih

Publik kembali dikejutkan dengan pemberitaan artis terjerat kasus prostitusi online. Kasus ini semakin mencoreng dunia artis lndonesia. Sejak dulu dunia artis indentik dengan dunia bebas, glamor dan matrealistik. Parahnya, imbalan yang didapat dari pekerjaan hina tersebut jauh lebih kecil jika dibanding dengan hasil yang diperoleh dari jobb keartisannya. Pertanyaannya, apakah ini murni karena demi meraup materi atau ada justru motif lain..?

Jika kita mengamati, sesungguhnya masalah diatas tidak dapat dilepaskan dengan kondisi sebuah bangsa yang menaungi. Indonesia dengan jumlah penduduk  muslim terbesar dunia, Nyatanya lndonesia belum bisa menunjukkan pula besarnya kualitas sepiritualnya. Tepatnya banyak jumlah, kualitas rendah.

Tinggi rendahnya Kualitas keimanan setiap individu, juga tidak bisa dipisahkan dari bentuk tatanan kebijakan yang berjalan di tengah- tengah  masyarakat. Serta yang terpenting dan yang paling mendasar adalah dilihat dari sisi  bentuk sistem yang yang diterapkan.

Meski penduduk lndonesia mayoritas mengaku memeluk lslam, namun tidak sepenuhnya mengambil jalan lslam. Islam dipakai hanya sebatas ibadah ruhiyah. Sedangkan di dalam hal muamalah, sosial dan sebagianya mereka mengambil hukum yang lain. Dalam masalah ekonomi, bisnis, dan pendidikan misalnya, lndonesia merujuk pada teori-teori dan hukum ekonomi kapitalis-sekuler, yang sarat dengan riba. Sedangkan dalam hal pemerintahan, lndonesia menganut demokrasi-sekuler.

Berragam faktor yang menyebabkan seseosng terjerumus dalam kubangan seks bebas. Yakni kapitalisme-sekulerisme yang mengusung misi memisahkan agama dari kehidupan ( fashliddiin 'ani al-hayah) serta menjadikan parameter setiap perbuatan adalah semata untuk menghasilkan materi( uang).

Demokrasi dengan ide andalannya, HAM. Yang didalamnya ada kebebasan berperilaku menjadikan masyarakat hidup semaunya, bergaul bebas tanpa batas. Yang secepat kilat dapat melenyapkan jati diri seorang muslim. Dengan ide HAM pula, masyarakat semakin acuh, tidak peka, apalagi peduli terhadap sekitar. Melalui jejalan ide sesat inilah kaum muslim terutama generasi muda terus digiring agar meninggalkan nilai-nilai lslam, sehingga luntur jati diri mereka sebagai generasi umat terbaik.

Oleh karena itu, wajar jika kasus perzinaan terus bertebaran di mana-mana. Parahnya dalam demokrasi-sekuler ini, setiap persoalan personal hanya dipandang sebagai persoalan personal saja, bukan menjadi tanggung jawab negara. Negara lebih banyak mengambil kebijakan kuratif, menangani korban pergaulan bebas, ketimbang mengambil langkah preventif. Misalnya, negara sibuk mengurusi korban aborsi, penyakit kelamin, HIV/AIDS dan lain-lain. Tapi tidak menyibukkan diri dalam upaya pencegahan agar kasus-kasus tersebut tidak terjadi.

Alih-alih melarang pergaulan bebas, negara malah justru membuka kran selebar-lebarnya kepada media dengan menyuguhkan berbagai tayangan yang justru merangsang munculnya syahwat. Dan yang lebih parahnya lagi, negara justru mengkampanyekan bahaya pernikahan dini. Ini diluar nalar, mengapa mesti pernikahan yang dipersoalkan, padahal sah secara hukum agama. Sedangkan pacaran, gaul bebas yang jelas-jelas mendekati zina justru dibiarkan.

Allah SWT berfirman: "Janganlah kalian mendekati zina. Sungguh zina itu perbuatan keji dan jalan yang rusak". (Qs Al- isra' : 32)

Rasullullah SAW bersabda: "Jika telah nampak zina dan riba disuatu negeri. Maka sesungguhnya penduduk negeri itu telah menghalalkan bagi mereka sendiri adzab Allah. (HR Hakim).

Sungguh, telah benar-benar nyata, bahwa pangkal berbagai kerusakan yang muncul sampai hari ini tidak lain adalah karena diterapkannya tatanan( sistem) kehidupan demokrasi-sekuler yang tidak memanusiakan manusia, juga menyalahi syariat lslam. Sehingga tidak ada solusi lain kecuali kembali kepada tatan kehidupan yang bersumber dari Sang Khaliq. Yakni kembali kepada syariat lslam sebagai parameter dalam menjalankan setiap amal. Hanya dengan syariat lslam kehidupan dan kehormatan umat manusia akan terlindungi. Penerapan syariah lslam telah terbukti selama 13 abad mampu mencetak masyarakat yang berkualitas dan membangun perabadan yang amat gemilang. Hal ini akan dapat terrealisasi jika penerapan syariah ada dibawah payung kekuasaan khilafah lslamiyyah.

Dan tanda-tanda hadirnya kejayaan lslam dalam bingkai khilafah semakin nyata. Sekalipun berbagai halangan dan rintangan, serta berbagai upaya untuk menghadang bangkitnya khilafah terus digencarkan oleh musuh-musuh lslam. Namun semua itu tidak dapat menghentikan terrealisasinya janji Allah. Mereka bisa menghancurkan bunga yang mekar, tapi tidak bisa mencegah datangnya musim semi.

Wallahu 'a lam bi ash' shawwab. [vm]

Belum ada Komentar untuk "Prostitusi Online Potret Kerusakan Tatanan Sosial"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...