Pembangunan Masjid di Prancis Kembali Hadapi Teror Kepala Babi


VisiMuslim - Para pekerja proyek pembangunan masjid di Prancis barat daya, Senin (25/03/2019), menemukan kepala babi dan darah hewan di pintu masuk proyek. Ini merupakan bentuk teror terhadap warga muslim.

Proyek pembangunan masjid di kota Bergerac itu menghadapi penolakan sejak proposal pertamanya pada tahun 2017 diajukan. Namun akhirnya proposal izin disetujui pada Oktober 2018.

Jaksa Agung kota Bergerac, Charles Charoloa, mengatakan bahwa pelaku melumuri tembok dengan darah hewan. Potongan kepala babi juga digantung di gerbang utama proyek.

Pelaku diduga melakukan aksinya pada Ahad malam. Teror itu diketahui pada Senin pagi saat para pekerja akan melanjutkan proyek.

“Proyek konstruksi kontroversial … ada tantangan administratif dan hukum, ada banyak utas untuk dilacak,” kata Charaloa.

Pada gilirannya, komisaris polisi Bergerac, Frederick Perissa, mengutuk keras tindakan ini. Ia menggambarkan tindakan tersebut menghancurkan kebebasan berkeyakinan dan berekspresi dan bertentangan dengan prinsip-prinsip pemisahan gereja dan Negara. Ia menyerukan saling menghormati antara sesama masyarakat.

Presiden Prancis Emmanuel Macaron memerintahkan penguatan keamanan di semua tempat ibadah setelah serangan teror di sebuah masjid di Selandia Baru, yang menewaskan 50 Muslim dan melukai 50 lainnya.

Prancis merupakan Negara Eropa dengan komunitas muslim terbesar di Eropa. Pemerintah melakukan pembatasan ketat terhadap perkembangan penganut Islam.[vm]

Sumber: Arabi21.com

Belum ada Komentar untuk "Pembangunan Masjid di Prancis Kembali Hadapi Teror Kepala Babi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...