Mewaspadai Kejahatan Perdagangan Perempuan


Oleh : Finanzi Raiza S.Pd 
(Anggota Komunitas Penulis Muslimah Peduli Umat Kota Malang)


Lagi dan untuk kesekian kalinya, kasus perdagangan manusia kembali terbongkar sindikatnya. Lembaga bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengungkapkan Sedikitnya 29 perempuan yang berasal dari Kalimantan Barat dan Jawa Barat menjadi korban perdagangan orang ke China dengan modus perjodohan, menurut organisasi buruh migran. Mereka diincar para perekrut yang disebut "mak comblang" dengan iming-iming uang.

Salah satu korbannya adalah Monika, 24 tahun, asal Kalimantan Barat. Dia diiming-iming menikah dengan lelaki China yang bekerja sebagai pekerja bangunan dengan gaji besar.

“Kamu nanti di sana dibelikan emas, kirim orangtua pasti ada. Kamu berkecukupan, mereka juga memperlakukan kamu dengan baik. Kamu mau pulang di sana nanti bisa telepon kami saja nanti kami urus pulang. Kenyataannya sampai sana nggak ada,” kisahnya.

Monika mengaku sempat curiga dengan makcomblang ini. Sebab, dia pernah dilarang mengunggah foto perjalanan di Singkawang karena akan ketahuan polisi.

Dia pun berangkat ke China pada September 2018 berbekal kepercayaan terhadap perantaranya. Namun, selama 10 bulan tinggal di China, dia dipaksa bekerja dan mengalami kekerasan seksual. Kata dia, perantaranya tidak bisa dihubungi.

Monika pun melarikan diri dan sempat diancam mengembalikan uang 100 juta rupiah sebagai ganti rugi. Namun, dengan bantuan mahasiswa Indonesia dan KBRI di China, Monika akhirnya kembali ke Indonesia, Sabtu (22/6). (VOA Islam)
.
Kasus diatas merupakan kasus trafficking yang merupakan aktivitas perdagangan perempuan/manusia dan juga kasus kejahatan yang sangat mengerikan. Banyak yang menyebut bahwa lasus perdagangan perempuan adalah sebagai perbudakan masa kini. Terbongkarnya kasus ini, menunjukkan bahwa ketidaktuntasan penyelesaian masalah perdagangan manusia saat ini dan hal ini akan terus menghantui selama sistem kapitalis masih menjadi tumpuan.

Jika dicermati secara mendalam kasus perdagangan manusia ini terjadi akibat sistem kapitalis yang diterapkan dan menjadi pijakan di negeri ini. Sistem kapitalis telah gagal mendistribusikan kekayaan secara merata dan adil kepada rakyat sehingga hanya berpusat pada mereka yang kaya dan sang pemilik modal. Sistem ini mengakibatkan banyak dari kepala keluarga yang akhirnya tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Hingga pada akhirnya seorang perempuan yang dimana tugas utamanya adalah mengurusi keluarga dan juga mendidik anaknya ikut serta berperan keluar dari rumah untuk bekerja  membantu suami dalam rangka memenuhi kebutuhan nafkahnya, dan banyak dari mereka menjadi korban eksploitasi wanita dengan cara dibayar murah dan tugas pekerjaan yang banyak hingga menyita waktu. Tekanan inilah yang menjadi penyebab banyaknya orang yang menjadi korban trafficking, hingga banyak dari mereka yang tergiur iming-iming uang yang banyak dan kehidupan yang layak, yang pada akhirnya hanya membuat mereka menjadi korban perdagangan dan kekerasan.

Islam adalah solusi yang akan menuntaskan permasalahan ini, karena di dalam Islam, negara akan bertanggung jawab atas kebutuhan ekonomi setiap individu, dan negara pun akan bertanggung jawab ketika ada keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya, selain itu negara juga menjadi penjaga martabat kehormatan bagi perempuan sehingga tidak akan ada lagi perempuan yang mau diperjual belikan karena semua kebutuhannya tercukupi. 

Sebagaimana yang disampaikan rasulullah :

"Dan seorang pemimpin adalah pemelihara kemaslahatan masyarakat dan dia bertanggungjawab atas mereka.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Sehingga pada akhirnya solusi islam itulah yang akan memperkecil peluang terjadinya trafficking atau perdagangan perempuan, jikalau terjadi maka Islam akan memberikan sanksi yang keras pada pelaku dan menjadikan efek jera bagi orang lain.

Maka sudah saatnya meninggalkan sistem yang semakin menambah masalah setiap harinya, dan kembali pada sistem yang akan mengangkat kemuliaan perempuan dan manusia secara umum, memenuhi kebutuhan dan juga memberikan rasa aman pada setiap individunya. Tak lain hanya dengan menerapkan kembali sistem Islam yang kaffah dalam institusi negara yang akan menuntaskan setiap permasalah umat. Wa Allahu a’lam [vm]

Belum ada Komentar untuk "Mewaspadai Kejahatan Perdagangan Perempuan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...