Prof. Suteki, Lanjutkan Perjuangan


Oleh: Ika Mawarningtyas
(Analis Muslimah Voice)

Masih hangat dalam ingatan kita, sosok Prof Suteki yang dibebaskan dari jabatan strategisnya tanpa ada prosedur yang berlaku. Tak hanya itu, opini umum yang berkembang di media massa pun turut mengamini dan membombardir tuduhan-tuduhan tanpa bukti kepada Prof. Suteki. Dari tuduhan radikal, anti Pancasila, anti NKRI, anti UUD 45 yang mengerucut sehingga Prof. Suteki harus dinonaktifkan dari jabatan fungsionalnya dan ditolak menjadi pembicara Seminar Nasional di beberapa tempat.

Sungguh ironis sekali, Prof. Suteki sebagai Guru Besar  Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Yang dikenal sebagai pakar Sosiologi Hukum dan Filsafat Pancasila yang mengabdikan dirinya sebagai civitas akademi puluhan tahun mendapatkan banyak tuduhan miring karena mendakwahkan Khilafah ajaran Islam dan menjadi saksi ahli dalam gugatan BHP HTI di PTUN.

Gagal pahamnya rezim tentang Khilafah Ajaran Islam sepertinya telah mendarah daging. Pasalnya, HTI dicabut BHP nya tanpa disesuaikan prosedur yang berlaku, tokoh intelektual dan ulama yang berbicara tentang Khilafah ajaran Islam harus siap di persekusi dan dikriminalisasi.

Ini adalah mutlak ketidakadilan yang dipertontonkan rezim yang alergi pada Islam. Bahkan narasi radikal, anti Pancasila, anti NKRI, dan lain-lain dengan pongahnya disematkan pada Khilafah ajaran Islam.

Aneh, Pancasila yang berkeTuhanan Yang Maha Esa, dimana sila ini bernafaskan ajaran Islam yaitu tauhid telah sengaja dibenturkan dengan Khilafah ajaran Islam. Seharusnya tudingan radikal, anti Pancasila dan anti NKRI lebih cocok disematkan pada koruptor, kolusi, nepotisme, dan penjual aset-aset negara ke asing. Tapi anehnya kenapa malah dialamatkan kepada umat Islam yang rajin berdakwah Syariah dan Khilafah.

Narasi di atas tak lebih karena kampanye Islamophobia yang digencarkan barat di negeri-negeri Muslim. Mereka tidak ingin umat Islam kembali rindu hidup di bawah naungan Islam dan mereka ingin umat Islam tetap berada dalam cengkraman kendali Kapitalisme Sekuler. Oleh sebab itu, segala cara dilakukan, sampai-sampai memonsterisasi Khilafah ajaran Islam. Sungguh itu hal kecil bagi mereka, tapi apapun yang mereka lakukan, mereka sedang menyulam renda-renda kehancuran yang sebentar lagi akan mereka panen atas segala kedzoliman yang tersistem yang mereka ciptakan.

Khilafah adalah ajaran Islam, bisyaroh, janji kembalinya tinggal tunggu waktu. Sekalipun banyak manusia yang menolaknya bahkan ingin menghalangi kembalinya, tak akan mampu mencegah sedetik pun kembalinya Khilafah menaungi dunia. Lantas, sebagai seorang Muslim yang akidah Islam telah mengkristal pada jiwa, akankah berhenti berjuang dan berdakwah tentang indahnya Islam dalam naungan Khilafah? Tentu tidak.

Mari kita terus cetar membahana kan dakwah ini dan dukung Prof. Suteki untuk mendapatkan keadilan di negeri ini. Jika memang mereka tak mampu berlaku adil pada Prof. Suteki dan para pejuang Islam biarlah Allah SWT yang akan memberi keadilan kepada mereka. Rapatkan barisan, istiqomah berdakwah, jaga dengan pelukan doa-doa yang dipanjatkan pada Allah SWT. Sungguh Allah senantiasa bersama hamba Nya yang taat dan tsiqoh.

Semoga ayat ini mampu meletupkan ghiroh umat Islam. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٲهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

Artinya : “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (Q.S. Ash-Shaff [61] : 8).[vm]

Belum ada Komentar untuk "Prof. Suteki, Lanjutkan Perjuangan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...