Dakwah Islam Kaffah Harus Makin Gencar


Oleh : Hadi Sasongko 

Para aktivis dakwah terus diuji. Sikap terbaik adalah bersabar dalam menyampaikan dakwah dan bersabar dengan sikap manusia dalam menghadapi dakwah yang kita sampaikan. Hukum asal dakwah adalah lemah lembut, terlebih pada hal “memperbaiki/mengkoreksi kebiasaan seseorang/kaum” dan terkadang dalam dakwah tidak boleh terlalu gengsi semisal tidak mau “jemput bola” mendatangi mereka yang butuh dakwah. Terkadang dakwah itu perlu mendatangi manusia dan menjelaskan dengan hikmah dan lembut. Hal ini dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Ustaimin, beliau berkata: 

“Hendaknya para penuntut ilmu memperingatkan manusia, namun haruslah dengan lemah lembut, karena kebanyakan manusia jika diingkari sesuatu hal yang sudah menjadi kebiasaan mereka, akan lari menjauh, akan tetapi jika mereka didatangi dengan cara yang hikmah dan lembut, mereka akan menerima.” [Syarh al-Mumti’ 3/204]

Para aktivis dakwah hendaknya terus mendorong kaum Muslim agar mengambil Islam sebagai agama dan sistem hidup. Sebaliknya, mereka harus meninggalkan serta menolak agama dan sistem hidup selainnya. Allah SWT berfirman:

Apakah selain agama Allah yang mereka cari? Padahal kepada Allahlah semua makhluk di langit dan di bumi menyerahkan diri, baik sukarela ataupun  terpaksa, dan hanya kepada Dia mereka dikembalikan (TQS Ali Imran [3]: 83).

Setiap Muslim juga wajib mengambil semua yang Rasul saw. bawa, sebagaimana firman Allah SWT:
Apa saja yang dibawa oleh Rasul kepada kalian, terimalah. Apa yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh Allah amat keras hukuman-Nya (TQS al-Hasyr [59]: 7).

Selain itu kaum Muslim wajib mendakwahkan Islam. Sebab Allah SWT memang telah memerintahkan kita untuk menyerukan Islam kepada seluruh umat manusia. Allah SWT berfirman: 

Karena itu berdakwahlah dan beristiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepada kamu serta janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka (TQS asy-Syura [42]: 15).

Aktivitas mendakwahkan Islam merupakan jalan Rasul saw. dan para pengikut beliau, sebagaimana firman Allah SWT: 

Katakanlah, “Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujjah yang nyata…” (TQS Yusuf [12]: 108).

Allah SWT pun menyifati aktivitas mendakwahkan Islam sebagai sebaik-baik ucapan:

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru manusia kepada Allah… (TQS Fushshilat [41]: 33).

Hambatan menjadi seorang muslim yang kaffah ialah menyebarnya paham sekuler, atau pemisahan agama dari kehidupan. Dan politik hari ini adalah politik yang tidak berlandaskan agama. Tentu tugas pengemban dakwah tidak hanya menjadi muslim yang kaffah tetapi mendakwahkan Islam yang Kaffah juga. Karena kita ingin bangsa dan negara ini mendapatkan Ridho dari Allah swt agar Allah limpahkan Keberkahan dari atas langit dan dari dalam bumi. Ini adalah bentuk kecintaan kita terhadap negeri ini.[vm]

Belum ada Komentar untuk "Dakwah Islam Kaffah Harus Makin Gencar"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...