Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semakin Besar Upaya Rezim Menjauhkan Umat dari Khilafah, Akan Semakin Lantang Umat Berdiri dan Membela Khilafah


Oleh : Boedihardjo, S.H.I 

Hari ini, ada indikasi narasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin menjauhkan umat dari ajaran Islam khilafah. Maka bisa dipastikan usaha-usaha tersebut akan sia-sia. Sebab, khilafah adalah ajaran Nabi, bukan ajaran individu atau ormas tertentu.

Adapun soal HTI, organisasi ini telah dicabut status badan hukumnya artinya dia organisasi tak berbadan hukum. dan di dalam Undang-Undang Ormas, organisasi yang tidak berbadan hukum itu memang disebut. Artinya, ada jenis organisasi berbadan hukum dan ada juga organisasi atau perkumpulan yang tidak berbadan hukum.

Keputusan pencabutan BHP organisasinya menunjukkan secara nyata bahwa rezim yang sekarang berjalan ini adalah rezim yang sungguh sangat represif dan anti Islam, dan karenanya kemudian status BHP-nya dicabut adalah dakwah HTI yang dengan jelas dan tegas mendakwahkan khilafah.

Memaksa umat menjauhi khilafah dan memaksakan narasi khilafah sebagai paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, hanya akan menuai kegagalan, sebagaimana kegagalan Wiranto memaksa nalar publik untuk menstigmatisasi bendera tauhid sebagai bendera ormas. Khilafah telah ada jauh sebelum bangsa ini didirikan, para ulama mu’tabar telah banyak membahas khilafah dalam kitab-kitab yang mereka keluarkan.

Semakin besar upaya rezim menjauhkan umat dari khilafah, akan semakin lantang umat berdiri dan membela khilafah. Tindakan politisasi hukum untuk menjauhkan umat dari khilafah, justru akan menambah rasa cinta umat pada khilafah dan menimbulkan semangat berkorban untuk mendakwahkannya.

Orang yang mendalami realitas umat dan masyarakat di dunia Islam saat ini, dia akan paham bahwa para pengemban dakwah Islam telah berhasil berkat karunia dan taufiq dari Allah, menciptakan opini umum yang terpancar dari kesadaran umum pada diri umat atas Islam, gagasan al-Khilafah dan penerapan syariat, serta penyatuan dunia Islam dalam satu negara.

Keberhasilan besar ini, berkat karunia Allah SWT, terealisir meskipun rezim berkuasa melakukan kebijakan pemblokiran media terhadap para pengembannya, yang menghalangi para aktivis dakwah untuk menjangkau segmen luas dari masyarakat di mana mereka berada. Keberhasilan para pengemban dakwah itu terealisir meski dalam bayang-bayang kampanye terus-menerus yang berusaha mengacaukan ide Khilafah dan mendevaluasi nilainya oleh para “Intelektual”, “budayawan” dan “analis” yang bersesuaian sepenuhnya dengan kampanye yang dipimpin oleh para politisi Barat dan pusat-pusat studi dan penelitian yang mendukung mereka untuk mengaburkan konsepsi al-Khilafah dan membuat masalah penghidupan kembali al-Khilafah sebagai perkara terlarang.

Sungguh berlangsung sunnatullah, Allah menolong siapapun yang menolong agama-Nya. Allah SWT telah menjanjikan, dan janji-Nya adalah hak, untuk menolong orang-orang mukmin dan memberikan kekuasaan kepada mereka serta meneguhkan agama-Nya. Dan siapa yang Allah menjadi penolongnya niscaya tidak ada yang bisa mengalahkannya!

“Pada hari (kemenangan) itu, bergembiralah orang-orang yang berimak karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (TQS ar-Rum [30]: 4-5).[27] [vm]

Posting Komentar untuk "Semakin Besar Upaya Rezim Menjauhkan Umat dari Khilafah, Akan Semakin Lantang Umat Berdiri dan Membela Khilafah "

close