Forum Doktor Muslim ; Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita

‘Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita’ Dibacakan Cak Slamet, Budayawan Surabaya 
VisiMuslim - ‘Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita’, adalah judul puisi yang ditulis Dr. Ahmad Sastra, pakar Filsafat Bogor. Karena tidak bisa hadir di Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa edisi ke-2 (Ahad, 18/08) di sebuah hotel Surabaya selatan, maka puisi tersebut dibacakan oleh politisi budayawan Surabaya Cak Slamet dengan suara baritonnya, pada penghujung forum sebelum ditutup. Forum Doktor edisi ke-2 tersebut mengambil tema ‘Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-74 : Telaah atas Kondisi Faktual Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Berdaulat’.

Berikut petikan utuh puisi ‘Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita’ :

Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram
Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu
Silahkan teriak merdeka !
Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang
Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya
Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka
Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa
Namun dikelola dan dimiliki negara lain
Membiarkan sumber daya alam milik rakyat dirampok penjajah 
Rakyat tidak pernah bisa menikmatinya
Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara
Jika penjajah aseng dan asing belum diusir dari negeri ini 
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas
Terasa berat untuk bisa hidup layak
Bahkan harga-harga terus merangkak naik
Ditambah pajak yang kian mencekik
Jika masih meluas kemiskinan dan ketidakadilan 
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita 

Anak negeri tengah terjerembab watak amoral
Narkoba meraja lela
Seks bebas liar menyasar siapa saja
Pornoaksi dan pornografi makin menggila
Jika anak bangsa masih banyak yang  amoral
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Demokrasi korporasi mencengkran negeri ini
Keuangan yang maha kuasa
Korupsi menjadi budaya
Kolusi makin menganga
Nepotisme makin menggila 
Kerugian uang rakyat tak terkira
Jika pengkhianatan ini masih terus terjadi 
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya
Namun garam masih impor
Namun beras masih impor 
Namun singkong masih impor
Bahkan rektor pun mau diimpor 
Jika negeri ini belum bisa  mandiri 
Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Luas negara ini jutaan hektar
Namun lebih dari setengah dikuasai asing
Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas
Berdesak-desakan di tanah yang sempit
Jika tanah negara belum mampu direbut kembali
Jangan teriak merdeka !!
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita !

Malu kita
Malu kita 
Tak berdaya
Tak kuasa 
Lumpuh di ketiak penjajah

Malu kita......
(AhmadSastra,KotaHujan,03/08/19 : 22.44 WIB)

Forum Doktor Muslim ke-2 dihadiri 50 doktor dan master muslim menghadirkan narasumber antara lain, Prof. Suteki pakar sosiologi hukum dan filsafat Pancasila, Prof Fahmi Amhar pakar geospasial, Dr. Suparto Wijoyo pakar hokum lingkungan, Dr. Widodo pakar pendidikan, Dr. Lukman Noerochim pakar teknik metalurgi, Dr. Rudi Wahyono pakar ekonomi syariah, Dr.-Eng M. Zikra pakar kemaritiman, Dr. Basa Alim Tualeka eksekutif OBASA, dan Dr. Yusuf Wibisono pakar sumber daya air. Forum yang dipandu Dr. Faqih Syarif pakar komunikasi massa, terlaksana secara padat mulai pukul 13.05 sampai menjelang maghrib 17.35 WIB, termasuk sesi dialog-interaktif. [vm] rif

Belum ada Komentar untuk "Forum Doktor Muslim ; Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...