KontraS: Tahun 2019 Hak Asasi Manusia Tak Diberi Ruang

Yati Andriyani
VisiMuslim - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menilai penanganan HAM di periode kedua Joko Widodo semakin mundur. Yati Andriyani, koordinator KontraS mengungkapkan ada beberapa indikator menurunnya penanganan HAM. Pertama adalah masih tingginya angka pelanggaran HAM dalam sektor kebebasan sipil.

“KontraS memiliki kesimpulan bahwa pada tahun 2019 hak asasi manusia tidak diberi ruang dan demokrasi menghilang,” ujar Yati dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Indikator kedua, KontraS masih menemukan berbagai bentuk penjegalan atau impunitas dalam berbagai kasus oleh pemerintah. Bukan hanya dalam kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu tetapi juga dalam kasus-kasus yang baru terjadi.

“Ketiga, yang jadi indikator kami adalah ketika begitu banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk meningkatkan infrastruktur, ekonomi tapi di sisi lain hak-hak fundamental yang terkait dengan kebebasan hak sipil politik justru malah diabaikan,” ujarnya.

Yati menjelaskan bentuk penanganan HAM yang diambil pemerintah sehingga indikator di atas menunjukkan kemunduran indeks HAM. KontraS menemukan ada tindakan tindakan represif yang menjadi satu pola pendekatan negara dalam menghadapi persoalan-persoalan sensitif.

“Kami menemukan dalam hal kebebasan berekspresi banyak kelompok-kelompok yang berbeda baik secara politik, pandangan-pandangan keagamaan ini masih seringkali dibatasi ruangnya,” ujarnya.

Kemudian, KontraS menemukan masih sering adanya politisasi dalam penegakan hukum.

“Jadi kita tahu ada banyak kasus yang kita tahu tidak selesai, atau ada kasus yang masuk ke ranah hukum tapi latar belakangnya sangat politis,” ujarnya. [www.visimuslim.org]

Sumber : Kiblat

Belum ada Komentar untuk "KontraS: Tahun 2019 Hak Asasi Manusia Tak Diberi Ruang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...