Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jokowi Berharap Armenia Buka Perdagangan Bebas Dengan Indonesia


Jakarta- Visi Muslim -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Armenia memulai perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan Indonesia. Langkah ini dilakukan agar kedua negara bisa saling memperbesar pasar dan sumber ekonomi bagi masing-masing negara.

Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi kepada Presiden Armenia Armen Sarkissian saat pertemuan bilateral kedua negara. Pertemuan itu dilakukan di sela kunjungan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (13/1).

Menurut kepala negara, kedua negara bisa saling memberi akses pasar melalui keikutsertaan di perjanjian perdagangan bebas Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EEU). Indonesia sebenarnya sudah menandatangani memorandum of cooperation (MoC) dengan EEU di Jakarta pada Oktober 2019 lalu.


Namun, Armenia belum tergabung dalam forum dagang itu. Karenanya, Jokowi melihat Armenia perlu segera melirik perjanjian tersebut, sehingga kegiatan ekonomi antar kedua negara bisa mulai terbangun.



"Free trade agreement ini sangat penting untuk memanfaatkan pasar besar Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia yang berjumlah sekitar 450 juta," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Senin (13/1).


Sementara berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hubungan investasi antara kedua negara baru terbangun pada tahun lalu. Tercatat, nilai investasi dari negara yang terletak di antara Benua Eropa dan Asia itu baru mengalir ke satu proyek dengan nilai sebesar US$13,3 ribu atau senilai Rp186,2 juta.

Padahal, menurut orang nomor satu di Indonesia itu, kedua negara sudah memiliki hubungan sejarah yang kuat dan cukup lama. "Kami harus mendorong hubungan sejarah ini menjadi kerja sama yang saling menguntungkan ke depan," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan ada banyak celah kerja sama yang bisa dilakukan oleh Indonesia-Armenia. Salah satunya adalah kerja sama di bidang pengembangan bisnis rintisan (startup) dan teknologi informasi.


Menurutnya, kedua negara perlu mulai melihat potensi kerja sama di bidang tersebut karena sama-sama tengah sibuk mengembangkan startup dan teknologi informasi. Di sisi lain, pemerintahan periode kedua Jokowi juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia.

"Industri startup dan inovasi juga sedang berkembang di Indonesia dan masuk dalam 10 negara dengan jumlah unicorn terbanyak di dunia," ungkapnya.

Di sisi lain, Jokowi juga meminta Armenia agar bisa membebaskan visa kunjungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) ke negara tersebut. Tujuannya, agar semakin mendekatkan hubungan antar masyarakat kedua negara.

"Indonesia telah memberikan bebas visa untuk rakyat Armenia. Saya meminta pertimbangan agar Armenia juga dapat memberikan bebas visa bagi Indonesia. Saya yakin ini dapat mendekatkan hubungan people to people antara Indonesia dan Armenia," katanya.



Sementara, Presiden Armenia Armen Sarkissian mengatakan bakal mengabulkan permintaan bebas visa Jokowi. Bahkan, ia akan mempercepat prosesnya agar terjadi kemudahan akses antar warga negara kedua pihak.

"Saya akan segera perintahkan pejabat yang berwenang untuk segera memproses bebas visa ini," kata Sakissian.

Kemudian, ia juga sepaham dengan Jokowi untuk memulai kerja sama dari bidang startup dan teknologi informasi. Hal ini karena Armenia juga tengah mendongkrak pertumbuhan kedua bidang tersebut.

"Tentu saja kami bersedia bekerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi informasi. Bahkan, pendidikan di kami telah berbasis teknologi informasi," jelasnya.



Dalam pertemuan bilateral dengan Armenia, Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis.

Sebelumnya, Indonesia sudah mengantongi kesepakatan atas 16 perjanjian investasi dari Abu Dhabi. Lima perjanjian berupa kerja sama antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Sedangkan 11 perjanjian lain merupakan kerja sama antar bisnis di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun. [] CNN Indonesia




Posting Komentar untuk "Jokowi Berharap Armenia Buka Perdagangan Bebas Dengan Indonesia"