Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Maraknya Kasus Aborsi Bikin Ngeri


Oleh: Erna Ummu Azizah (Ibu Peduli Umat, dari Bogor)

Entah apa yang merasuki manusia-manusia hari ini. Pergaulan bebas makin bablas, perzinahan kian merebak, kehamilan tak diinginkan pun terjadi membuat buta mata hati. Hingga akhirnya banyak yang nekad demi menutupi kesalahan diri, menjadikan aborsi sebagai solusi. Na'udzubillah.

Seperti yang terjadi baru-baru ini. Dilansir dari DetikNews, Sabtu, 15 Feb 2020:

"Berbekal informasi masyarakat dan promosi via website, polisi mengungkap klinik aborsi ilegal di Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Fantastisnya, jumlah bakal bayi yang sudah diaborsi di klinik ini mencapai 903 janin, padahal klinik ini baru beroperasi selama 21 bulan.

Tak kalah fantastis, keuntungan yang diraup dari bisnis ilegal yang tak berperikemanusiaan ini mencapai Rp 5,5 miliar. Polisi menangkap dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni MM sebagai dokter, RM sebagai bidan, dan SI sebagai tenaga kesehatan.

MM, RM dan SI tak bekerja sendirian. Mereka diduga terkoneksi dengan 50 bidan dan dokter nakal serta ratusan calo untuk menggaet pasien.

Dari hasil penyelidikan, klinik ini menyediakan jasa aborsi dengan tarif bervariasi mulai dari Rp 1 hingga 15 juta. Contohnya, biaya menggugurkan janin berusia satu bulan Rp 1 juta, janin dua bulan Rp 2 juta dan untuk yang berusia tiga bulan Rp 3 juta. Di atas itu Rp 4 juta sampai 15 juta.

Selain peralatan medis, buku catatan pasien dan sejumlah obat-obatan yang disita sebagai barang bukti, polisi turut mengamankan dua janin berusia 6 bulan yang sudah diaborsi.

Saat ini penyidik sedang mendalami ke mana ratusan janin itu dibuang oleh ketiga tersangka. Namun berkaca dari kasus-kasus serupa sebelumnya, pelaku aborsi kerap mengubur hasil kejahatannya di dalam septic tank."

Tak dipungkiri, aborsi akibat kehamilan yang tidak diinginkan alias KTD adalah buah dari kehidupan yang liberal. Paham liberalisme mengajarkan bahwa setiap orang bebas menentukan tingkah laku sesuai dengan kehendaknya dalam setiap aspek kehidupan. Begitupun dalam pergaulan. Laki-laki dan perempuan boleh melalukan free sex tanpa ikatan perkawinan. Ketika terjadi kehamilan, aborsi adalah pilihan utama untuk menghindari tanggung jawab.

Tak hanya itu, sistem kapitalis sekuler yang diterapkan di negeri ini sukses melahirkan manusia-manusia rakus dan gila harta tanpa takut dosa. Mereka berani menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan, ya salah satunya dengan bisnis ilegal klinik aborsi ini.

Padahal tindakan aborsi tanpa alasan syar'i, berdosa jika dilakukan. Selain itu, aborsi yang serampangan pun membawa dampak buruk baik secara psikologis maupun fisik. Antara lain, pendarahan hebat, kanker serviks, infeksi hingga  resiko kematian.

Berbagai solusi telah dilakukan namun kasus serupa malah kian bertambah. Inilah dampak nyata penerapan sistem pergaulan yang serba bebas dan permisif, disamping juga lemahnya sistem hukum terhadap pelaku maksiat atau kejahatan. Lalu, bagaimana solusi hakiki atas kasus aborsi yang semakin ngeri?

Jika ditelisik, sesungguhnya Islam telah memberikan solusi. Mengapa kasus aborsi ini tidak berkurang malah semakin bertambah dan seolah tak mampu untuk dihentikan lagi. Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman yang artinya, “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” [ar-Rûm/30:41].

Dalam ayat yang mulia ini, Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa penyebab utama semua kerusakan yang terjadi di muka bumi dengan berbagai bentuknya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti kerusakan yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi. 

Pergaulan bebas dan aborsi adalah bentuk kemaksiatan. Mengadopsi pemahaman liberal dan menerapkan sistem kapitalis sekuler yang semakin meluweskan pemahaman liberal juga adalah kemaksiatan. Hal inilah yang kemudian menjadi kerusakan dan tak mampu bagi manusia untuk membendungnya.

Namun, hal tersebut seharusnya mampu dijadikan pelajaran oleh manusia agar kembali ke jalan yang benar. Ayat di atas juga menerangkan bahwa jalan yang benar itu adalah jalan yang telah Allah berikan. Itulah syariat Islam. 

Islam bukan hanya sebuah agama tetapi juga ideologi yang memilki seperangkat aturan lengkap yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Mulai dari masalah akidah, ibadah, akhlak, sanksi maupun muamalah. Dari bangun tidur hingga bangun negara, ada aturannya.Termasuk dalam mengatasi kasus aborsi yang semakin ngeri.

Pertama, setiap individu akan ditanamkan akidah Islam. Sehingga tertanam kuat keimanan di dalam diri mereka. Mereka akan senantiasa takut kepada Allah bahkan tidak akan berani melakukan maksiat.

Kedua, Islam akan menerapkan sistem pergaulan yang jelas baik di sekolah maupun masyarakat. Masyarakat harus memahami bahwa kehidupan asal laki-laki dan wanita adalah terpisah kecuali ada dalil yang membolehkannya. Ada larangan bertabarruj (berhias berlebihan), harus menundukkan pandangan juga menutup aurat. Dari sini akan tercipta pergaulan yang “sehat” sehingga tidak terjerumus pada khalwat (berdua-duaan) dan ikhtilat (campur-baur antara laki-laki dan perempuan) apalagi zina.

Aturan tersebut tidak untuk mengekang “kebebasan” berinteraksi, berkumpul atau berorganisasi. Namun supaya manusia terjauhkan dari akibat buruk free sex yang kebablasan itu.

Ketiga, Islam akan mewajibkan Negara memberlakukan sanksi hukum tegas terhadap pelaku maksiat atau kejahatan. Negara tidak akan melegalkan aborsi akibat KTD dan pemerkosaan karena ini justru akan melegalkan sex bebas, karena bagaimanapun pelaku aborsi dalam kasus ini bukan semata-mata sebagai korban tapi juga ikut andil mengambil gaya hidup bebas seenaknya sendiri tanpa aturan dari Sang Pencipta. 

Negara akan menerapkan sistem Islam yang akan berjuang menegakkan syariat islam di seluruh aspek kehidupan agar masyarakat terbebas dari kasus asusila yang serupa. Negara akan mengawasi media sebagai sarana dakwah, sehingga menutup celah konten-konten porno dan membawa pemahaman liberal dan semacamnya. Negara juga akan menjamin kesejahteraan rakyat melalui Baitul Malnya sehingga tidak ada yang melakukan kemaksiatan dikarenakan kemiskinan.

Inilah bentuk perlindungan berlapis sistem Islam melawan kasus kemaksiatan yang ada. Dengan syariah-Nya yang kaffah (menyeluruh), insyaAllah akan berefek pada tujuan penerapan syariah. Salah satunya untuk menjaga jiwa. Semoga sistem Islam segera terwujud hingga tak ada lagi kasus aborsi yang bikin ngeri. Wallahu a'lam.[]

Posting Komentar untuk "Maraknya Kasus Aborsi Bikin Ngeri"