Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tercekik Listrik




Oleh: Rahma Utami (Aktivis Dakwah Ideologis)

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah nasib rakyat, ditengah rongrongan pandemi Covid-19, naiknya iuaran BPJS. Kini rakyat dicekik oleh naiknya tagihan listrik. Semua panik dibuatnya sebab kenaikan mencapai 4x lipat daripada sebelumnya. 

Pihak PLN membantah bahwa kenaikan tagihan listrik bukan disebabkan oleh subsidi silang untuk penerima "kompensasi" PSBB selama tiga bulan. Bukan pula karena tarif dasar listrik (TDL) yang naik, melainkan karena work from home ataupun belajar dari rumah. 

Dilansir oleh cnbcindonesia.com (06/06/2020), Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Syahril mengatakan: "Setelah ada PSBB tentu saja kegiatan di rumah lebih banyak, belajar dari rumah menggunakan fasilitas internet yang membutuhkan listrik. Bapak-bapak kerja juga dari rumah membutuhkan listrik. Lalu AC juga, sehingga mengakibatkan kenaikan pada bulan selanjutnya," jelasnya

Selain itu, pihaknya juga berdalih bahwa kenaikan tagihan listrik disebabkan selama pandemi, petugas PLN tidak lagi mencatat meteran listrik ke setiap rumah. Jadi, tagihan listrik hanya dibuat rata-ratanya selama tiga bulan terakhir. Lantas, mengapa rumah kosong pun tetap mengalami lonjakan tagihan?

Entahlah, "kejutan" apalagi yang akan diberikan pemerintah kepada rakyat selama pandemi ini. Bukannya meringankan beban hidup, justru menambah kesengsaraan rakyat. Bahkan seolah-olah, mereka miskin empati. 

Inikah penguasa rasa pengusaha? Abai terhadap kebutuhan rakyat. Memanfaatkan kondisi sebagai ladang bisnis, hingga tak peduli banyak rakyat yang hanya bisa menangis dibuatnya. Bukannya melayani dengan segenap kemampuan, malah mencari keuntungan dari ketidakberdayaan rakyat. Beginilah wajah politik demokrasi kapitalis. Bermuara pada untung rugi, bukan kemaslahatan. 

Berbeda dengan sistem Islam. Islam memandang bahwa pemerintah adalah ro'in (pengayom) bagi rakyatnya. Siap sedia melayani setiap kebutuhan rakyat, termasuk memenuhi kebutuhan listrik dengan harga murah. Bukan hanya bagi orang-orang kaya, yang miskin pun juga diberikan pelayanan yang sama.

Selain itu, Islam mengatur kepemilikan umum dengan sangat kompleks. Ia hanya bisa dikelola oleh negara, tidak bisa dilimpahkan pengelolaannya pada individu atau swasta. Sehingga hasilnya akan bisa dinikmati oleh semua rakyat bukan hanya segelintir rakyat.

Sebab manusia berserikat dalam tiga hal. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad Saw.: "Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air, dan api (energi)." (HR. Ahmad)

Maka, keberadaan sebuah Sistem Kepemimpinan yang mampu mengambil alih pengelolaan sumber daya alam (SDA) dari asing (swasta), menjadi sangat penting. Sistem Kepemimpinan yang memiliki visi politik, menyerahkan kedaulatan hanya ditangan Syara', bukan pemilik modal. Itulah sistem khilafah. []

Posting Komentar untuk "Tercekik Listrik"