Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konflik Antara Penduduk Azerbaijan dan Armenia Menjalar Ke Moskow


Moskow, Visi Muslim- Perkelahian antara penduduk asal Azerbaijan dan Armenia terjadi di Moskow yang diikuti oleh beberapa insiden serupa di distrik kota yang berbeda, menurut sumber penegak hukum.

Sebuah laporan mengatakan bahwa pada Jumat malam hari (24/7/2020), bentrokan antara penduduk asli Armenia dan Azerbaijan terjadi di Moskow. Seorang penduduk asli Armenia terluka akibat bentrok ini. Lebih dari 25 orang dibawa ke polisi setelah keributan massal, kata sumber kepolisian.

Bentrokan penduduk asli kedua negara di Moskow pecah di tengah meningkatnya konflik bersenjata di perbatasan Azerbaijan-Armenia. Situasi di perbatasan Distrik Tovuz, Azerbaijan dan Wilayah Tavush di Armenia meningkat pada 12 Juli. Menurut pihak Armenia, situasi di perbatasan semakin memburuk setelah pasukan Azerbaijan berusaha menerobos perbatasan. Pada gilirannya, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim bahwa konflik itu meningkat setelah angkatan bersenjata Armenia berusaha melakukan serangan.

Pada 24 Juli, bentrokan antara penduduk kedua negara terjadi di berbagai wilayah di Moskow. Polisi mencatat setidaknya dua serangan terhadap aset-aset milik penduduk asli dari Armenia dan Azerbaijan, dan "beberapa bentrokan antara anggota kedua penduduk terjadi di wilayah lain kota."

Menurut sumber penegak hukum, di lingkungan Salarievo, sekelompok orang dengan balok dan batang logam melakukan penjarahan di toko bahan bangunan milik penduduk asli Armenia. "Menurut data awal, pemiliknya mengalami cedera," dikutip dari TASS.

Sebuah restoran Azerbaijan jug diserang di jalan Bratislavskaya di Moskow - tempat itu dihancurkan oleh tujuh penyerang yang membawa balok kayu.

Di Salarievo, bentrokan lain antara kedua belah pihak pecah di Café "Rumah Armenia". "Jendela-jendela gedung di rusak penyerang menggunakan tongkat kayu dan tongkat besi," dikutip dari Interfax. [] Gesang/ Nilufar Babayiğit

Posting Komentar untuk "Konflik Antara Penduduk Azerbaijan dan Armenia Menjalar Ke Moskow"