Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kudeta Militer di Myanmar, Pengamat: Kaum Muslimin Paling Menderita atas Konflik Politik Myanmar

 


Jakarta, Visi MuslimMerespon kudeta yang dilakukan militer terhadap pemerintahan demokratis pimpinan Aung San Suu Kyi di Myanmar, Pengamat Politik Internasional Umar Syarifudin mengatakan, kaum Muslim adalah pihak yang paling menderita atas konflik politik yang terjadi di Myanmar.

“Kaum Muslimin adalah pihak yang paling menderita atas berbagai konflik politik yang ada di Burma atau Myanmar,” ujarnya dalam acara Kabar Malam, Kamis (4/02/2021) di kanal YouTube News Khilafa Channel.

Menurut Umar, kudeta militer di Myanmar ini bukan pertama kalinya, tapi sudah terjadi beberapa kali. Keputusan militer melakukan kudeta saat ini tentu dianggap mengabaikan kepentingan jutaan warga Myanmar, sebab masyarakat Myanmar akan hidup dalam bayang-bayang kondisi ketakutan dan kepedihan di bawah pemerintahan militer.

Ia menambahkan, kudeta militer kali ini mengingatkan kembali atas kekejaman rezim militer kepada Muslim suku Rohingya. Pada tahun 1978 setelah melakukan kudeta, pemerintah militer saat itu melakukan pengusiran, pembantaian dan penindasan terhadap setengah juta warga Muslim Myanmar, sehingga diperkirakan empat puluh ribu orang di antarannya meninggal, paling banyak karena kelaparan.

Bahkan, lanjutnya, hingga saat ini kaum Muslim di sana menjadi stateless atau tanpa kewarganegaraan. Akibatnya kaum Muslim di sana tanpa satupun negara yang mendukungnya untuk menghadapi penindasan tersebut. “Jadi ada banyak diskriminasi dan tindakan-tindakan paling bengis dilakukan oleh rezim militeristik di Burma saat itu,” ucapnya.

Umar menilai, Amerika mempunyai standar ganda dalam kudeta Myanmar ini, Amerika datang seolah-olah sebagai pahlawan demokrasi dengan mengecam kudeta yang dilakukan militer ini, bahkan mengancam memberikan sanksi, padahal ketika rezim demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi yang didukung Amerika berkuasa, tetap saja penduduk Muslim di sana selalu dalam ancaman.

“Jadi demokrasi di Myanmar juga salah satu penyebab penderitaan kaum Muslimin di sana,” pungkasnya.[] Agung Sumartono

Posting Komentar untuk "Kudeta Militer di Myanmar, Pengamat: Kaum Muslimin Paling Menderita atas Konflik Politik Myanmar"