Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemimpin Junta Myanmar Akan Hadir Pada Pertemuan Pemimpin ASEAN di Jakarta



Yangon, Visi Muslim- Pemimpin Junta Jenderal Min Aung Hlaing akan bergabung dengan para pemimpin Asia Tenggara pada pertemuan puncak khusus di Jakarta minggu depan, kata Kementerian Luar Negeri Thailand, Sabtu, (17/4/2021), pertemuan itu akan menjadi perjalanan resmi pertama pemimpin kudeta sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Sejak kudeta 1 Februari, Myanmar berada dalam kekacauan, dimana ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan untuk menuntut kembali ke demokrasi.

Junta telah berusaha untuk memadamkan gerakan anti-kudeta dengan kekuatan mematikan, menewaskan lebih dari 720 orang dan menahan sekitar 3.100 aktivis, jurnalis dan pembangkang, menurut kelompok pemantau lokal.

Komunitas internasional sebagian besar mengutuk junta karena penggunaan kekuatannya terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, mereka menuntut menerapkan sanksi yang ditargetkan terhadap petinggi militer, keluarga mereka, dan bisnis yang terkait dengan militer.

Tetapi para pemimpin regional telah berusaha untuk membuka komunikasi dengan rezim tersebut, dan kemarin Kementerian Luar Negeri Thailand mengkonfirmasi pertemuan puncak di Jakarta mengenai situasi Myanmar akan membahas soal Min Aung Hlaing.

"Beberapa pemimpin telah mengkonfirmasi kehadiran mereka termasuk MAH Myanmar (Min Aung Hlaing)," kata juru bicara Tanee Sangrat dalam pesan kepada wartawan.

Pertemuan blok 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diharapkan dapat mengatasi krisis yang sedang berlangsung di Myanmar pasca kudeta, dan akan dilaksanakan pada 24 April di Jakarta.

Junta secara konsisten membenarkan kudeta tersebut dengan menuduh kecurangan yang meluas dalam pemilihan November, yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi secara telak.

Militer mengatakan akan mengembalikan kekuasaan ke pemerintahan sipil setelah pemilihan diadakan dalam waktu sekitar satu tahun meskipun mereka baru-baru ini memperpanjang jangka waktu menjadi periode dua tahun.

Berita tentang kehadiran pemimpin junta datang pada hari yang sama saat penjara di negara itu akan membebaskan lebih dari 23.000 tahanan di seluruh negeri.

Myanmar biasanya memberikan amnesti tahunan kepada ribuan tahanan untuk menandai liburan Tahun Baru.

Tapi tahun ini, aktivis anti-kudeta telah menggunakan hari libur itu sebagai kesempatan untuk memprotes meningkatnya jumlah korban tewas dan penangkapan massal.

Seorang pejabat penjara mengatakan kepada AFP bahwa penjara di seluruh negeri akan mulai membebaskan lebih dari 23.000 orang.

"Kami akan membebaskan lebih dari 800 tahanan dari penjara Insein" di pusat komersial Yangon, tambahnya, ia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut.

Pada bulan Februari, junta membebaskan tahanan dalam jumlah yang sama, dengan beberapa kelompok hak asasi pada saat itu khawatir langkah tersebut akan memberi ruang bagi penentang militer serta menyebabkan kekacauan di komunitas mereka.

Tepat sebelum Hari Angkatan Bersenjata, rezim juga membebaskan sekitar 900 demonstran yang dipenjara. [] Gesang 

Posting Komentar untuk "Pemimpin Junta Myanmar Akan Hadir Pada Pertemuan Pemimpin ASEAN di Jakarta"