Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jihad Adalah Solusi Untuk Membebaskan Palestina



Oleh: Nurmawati Ummu Alim (Aktivis Dakwah)


Pada hari rabu (26 mei 2021) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken tiba di Kairo Mesir. Kedatangannya adalah untuk membahas tentang gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Melansir Reuters, Mesir memiliki hubungan lama dengan kedua belah pihak yaitu Israel dan Palestina

Dilansir dari aljazeera, Amerika Serikat juga menjanjikan US$ 5,5 juta untuk bantuan bencana cepat untuk Gaza dan US$ 32 juta untuk PBB yang mengurus pengungsi Palestina.

"Amerika Serikat akan memberi tahu Konggres tentang niat kami untuk memberikan US$ 75 juta dalam pembangunan tambahandan bantuan ekonomi kepada Palestina pada tahun 2021," kata Blinken, seperti dikutip dari Aljazeera.

Blinken membuat janji selama konfernsi pers bersama dengan presiden otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, pada hari pertama kunjungannya ke wilayah itu.

Blinken juga menegaskan pihaknya berusaha membangun kembali hubungan dengan otoritas Palestina. Sebelumnya hubungan kedua negara sempat terputus setelah pemerintahan Donald Trump memindahkan kedutaan.

Amerika sebagai negara adidaya seolah menjadi mediator perdamaian terhadap konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina.

Negeri-negeri kaum saat ini menjadi pecundang atas konflik yang tak pernah usai.

Bantuan logistik, kecaman dan simpati atas konflik gaza tidak akan mampu menyelesaikan masalah Palestina. Bantuan berupa uang yang diberikan oleh Amerika hanyalah sebuah pencitraan saja.

Zionis Yahudi adalah kaum yang selalu membangkang dan mengingkari janji, sebagaimana firman Allah dalam surat Albaqoroh ayat 83 yang artinya:

"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang." (Al Baqarah:83.)

Dalam ayat tersebut ada 5 poin perjanjian kaum Yahudi dengan Allah SWT:

Pertama: Janganlah kamu menyembah selain Allah, yang berarti bertauhid serta mengambil hukum berdasarkan apa yang telah diperintahkan oleh Allah. Namun Yahudi enggan berhukum dengan hukum yang berasal dari sang pencipta.

Kedua: Berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang orang-orang miskin. 

Serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh zionis Yahudi telah berlangsung sekitar seratus hari. Tanpa belas kasihan mereka membunuh warga sipil dari sebelum Ramadhan bahkan ketika kaum muslim Palestina merayakan idul fitri.

Ketiga: Bertutur kata yang baiklah kepada manusia, yang berarti kehidupan yang rukun tanpa saling menyakiti apalagi membunuh.

Keempat: Melaksanakan sholat, yaitu beribadah hanya kepada Allah saja dengan cara melakukan setiap kewajiban yang diperintahkan oleh Allah. Kewajiban sholat, puasa, maupun haji adalah sama dengan kewajiban menegakkan hukum-hukum Allah yang lain seperti Qisos bagi pembunuh, potong tangan bagi pencuri dan rajam bagi pezina.

Kelima: Tunaikan Zakat, perintah zakat tidak hanya diperintahkan kepada kaum muslim saja tapi diperintahkan kepada orang-orang Yahudi. Namun kaum Yahudi telah berpaling dan mengingkari, kecuali sebagian kecil dan kaum Yahudi masih menjadi pembangkang.

Sifat selain pembangkang yang disandang oleh ksum Yahudi adalah sifat inkar, terbukti baru beberapa jam kesepakatan gencatan senjata terjadi penyerangan kembali oleh militer Israel dengan cara menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina usai sholat jumat (CNBC, 21/5/21)

Sebelum terjadi kesepakatan gencatan senjata, pertempuran telah berlangsung selama 11 hari, setidaknya ada 248 warga sipil Gaza yang tewas akibat pertempuran, 65 diantaranya masih anak-anak.

Masalah Palestina bukanlah sekedar permasalahan kemanusiaan akan tetapi permasalahan besar kaum muslim. Sebab, tanah kaum muslim telah dirampas secara ilegal oleh bangsa Yahudi yang didukung oleh negeri-negeri dan organisasi yang memusuhi Islam, sehingga kaum muslimin wajib merebutnya kembali.

Bangsa Israel Yahudi telah merebut tanah kaum muslim, padahal tanah Palestina adalah tanah kharajiyah yang sudah seharusnya dikelola dan dikuasai oleh kaum muslim.

Allah telah memerintahksn kepada kaum muslim untuk mengambil kembali tanah Palestina dari Yahudi serta mengusir mereka dari seluruh tanah Palestina, seperti dalam firman Allah: "Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka sebagai mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir." ( Al Baqarah :191.)

Ada beberapa solusi yang di tawarkan oleh banyak pihak, antara lain:

Pertama, solusi Two State, dua negara yaitu mengakui kemerdekaan Palestina dan hidup berdampingan dengan Israel. Hal ini berarti kaum muslim mengakui entitas Yahudi yaitu mengakui negara Israel Yahudi di Palestina. 

Israel adalah agresor dan imperialis, kehadirannya adalah batil, sehingga kaum muslim haram mengakuinya walaupun hanya sejengkal tanah. Kaum muslim harus waspada dengan gagasan ini yang sepertinya benar tetapi batil.

Kedua, memboikot barang-barang produk Yahudi. Gerakan boikot ini memang patut di apresiasi sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap Palestina. Akan tetapi seruan boikot produk Yahudi selama ini hanya dilakukan oleh masyarakat bukan pemerintah maka dampaknya lebih kecil dan tidak efektif.

Ketiga, meminta kepada PBB agar memberikan sanksi kepada Israel.

Zionis Yahudi berhasil mendirikan entitas negaranya pada tahun 1948 dengan menduduki 77% tanah Palestina setelah mengusir 2/3 rakyat Palestina dari tanah mereka atas bantuan dan dukungan Inggris, AS dan PBB. Bagaimana mungkin meminta bantuan kepada PBB?.

Keempat, solusi muslim Palestina hijrah meninggalkan negeri mereka agar aman dan leluasa beribadah. Ini adalah solusi menyesatkan karena sama saja dengan menyerahkan tanah Palestina kepada musuh kaum muslim, padahal tanah Palestina adalah tanah kaum muslim.

Berbagai tawaran solusi untuk menghilangkan penjajahan Yahudi diberikan. Namun, tidak ada cara lain kecuali dengan perang jihad fii Sabilillah. Kewajiban utama untuk jihad ini ada pada pundak penguasa negeri-negeri Islam dan para panglima perang yang memiliki tentara terlatih, peralatan tempur dan persenjataan yang lebih cukup. Jika saja seruan jihad dilakuksn serentak terhadap negeri-negeri muslim maka atas izin Allah zionis Yahudi akan terusir dari tanah Palestina. Jadi, hanya dengan jihad fii Sabilillah zionis Israel bisa terusir dari tanah Palestina.

Wallahualam bishowab 

Posting Komentar untuk "Jihad Adalah Solusi Untuk Membebaskan Palestina"