Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khilafah Makin di Rindu, Hingga Menganggap Pancasila itu Khilafah

 



Oleh : M Azzam Al Fatih (Sahabat Visi Muslim Media)


Abad 21 seolah tidak lepas dari pembahasan khilafah. Hal ini menandakan bahwa peradaban dunia mulai bergeser kepada khilafah.  Sebuah institusi negara dengan berstandar pada Al Qur'an dan hadist Rosulullah Saw. Hal ini tidak bisa dipungkiri, sebab khilafah makin dibicarakan dan bahas, baik lewat tulisan, diskusi, maupun pertemuan - pertemuan kecil.

Seperti  dilansir dari harian berita di suatu daerah yang memuat sebuah tulisan berkaitan tentang khilafah. Dalam tulisan tersebut menganggap bahwa Pancasila itu khilafah. Menurutnya, karena dalam pancasila yang terdiri lima sila. Dari setiap sila sama dengan Khilafah. Dalam artikel juga disampaikan bahwa aneh, tatkala khilafah ditolak. Sumber ( berita online Infogunungkidul tanggal 29 Juni 2021)

Secara individu, penulis mengapresiasi tinggi tulisan tersebut. Di saat semua media membahas dan memberitakan lonjakan virus covid 19 yang semakin tidak terkendali. Media tersebut kembali memviralkan khilafah, meski opininya jauh dari kebenaran. Sebab, suka tidak suka, mau tidak mau berita tersebut kembali merekatkan kepada umat tentang ajaran  khilafah. Yang sejatinya umat pun telah mengakui dan memeluknya, akibat derasnya opini khilafah yang didakwakan  para pejuang yang ikhlas dan bersemangat.

Pertanyaan,  mengapa pengakuan tentang Khilafah tersebut  tidak dari dulu. Di saat khilafah dan pejuangnya  di persekusi secara masif.  Coba, jika pengakuan tersebut dari dulu, tentu saja menjadi wasilah untuk berdiskusi dan kemudian mengakui khilafah ajaran islam secara benar. 

Pengakuan khilafah yang tertuang dalam sebuah artikel pancasila itu khilafah tersebut adalah salah. Sebab, pengakuan khilafah tersebut masih dalam ranah demokrasi. Yang menjadi tempat untuk memproduksi hukum untuk mengatur kehidupan manusia. Jadi penerapan hukum jelas bukan dari sang Kholiq. Sedangkan khilafah, adalah dalam fiqh adalah institusi yang mengatur dan mengurusi umat dengan menetapkan aturan yang datang dari pencipta, Allah SWT. 

Jika syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam naungan khilafah maka dapat menyelesaikan seluruh problematika kehidupan. Sehingga dapat mewujudkan kehidupan  yang sejahtera, makmur, dan membahagiakan.  Serta dapat menghilangkan  korupsi tidak merebak, hukum tidak bisa dibeli, dan semua akan diterapkan secara adil. Karena pemimpin dalam khilafah adalah yang beriman dan bertakwa.

Berbeda dengan demokrasi, yang selalu menimbulkan kerusakan, kesengsaraan terhadap  rakyat, utang menumpuk,  penyubur koruptor, pencuri, penipu, dan seabrek tindak kejahatan lainya. Sebab demokrasi hanya bersumber kepada hukum buatan manusia, yang serba terbatas dan sarat dengan kepentingan kaum kapitalis. 

Dan kini, problematika tersebut sedang dialami negeri - negeri penganut  demokrasi. Tak satupun negara yang hidup sejahtera dan membahagiakan seperti di bawah Daulah khilafah. 

Dengan demikian, kehidupan saat ini bukanlah sistem Khilafah, karena tidak sesuai dengan akibat dari tegaknya  khilafah. Maka anggapan pancasila itu khilafah adalah bentuk kangen akan kembalinya khilafah, akan tetapi tidak paham seperti apa khilafah. Sehingga apa yang ada disamakan Khilafah. Dan terakhir saya berdoa semoga para perindu kebaikan akibat ditegakkannya Daulah khilafah Islamiyyah segera terobati dengan segera tegaknya khilafah alla min haj nubuwwah yang insya Allah sebentar lagi.


Wallahua'lam bishowwab. 

Posting Komentar untuk "Khilafah Makin di Rindu, Hingga Menganggap Pancasila itu Khilafah"