Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Multaqa Ulama Aswaja Pesisir Selatan: Kebiadaban Israel di Gaza, Bukti Kegagalan Kapitalisme, Demokrasi dan Nasionalisme



Pacitan, Visi Muslim-  “Tanah Palestina, sesungguhnya merupakan tanah wakaf milik kaum Muslim. Bukan hanya milik bangsa Arab atau bangsa Palestina saja!”

Demikian ungkap Kyai Muslih, saat mengawali sambutan pembuka acara Multaqo Ulama Aswaja Pesisir Selatan pada Senin malam (7/6) bertajuk “Kebiadaban Israel Di Gaza, Bukti Ketidakberdayaan Dan Kegagalan Kapitalisme – Demokrasi – Nasionalisme – Komunisme, dan Urgensitas Khilafah” tersebut.

Acara yang digelar secara online ini dihadiri para kyai dan asatidz dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Blitar. Bicara soal tujuan, Kyai Muslih dari Pacitan—sebagai penyelenggara acara—mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai sarana bagi para alim ulama dan tokoh masyarakat yang hadir untuk memberikan nasehat kepada penguasa dan kaum muslimin. “Sebagai lisanul ummah, perlu kiranya memberikan kontribusi sikap, tausiyah, saran, kepada penguasa,” pesan beliau kepada para peserta.

Tak kurang dari 10 orang Ulama Aswaja Pesisir Selatan memberikan pandangan dan nasehatnya. Kyai Abu Izza (Pacitan), Kyai Muhammad Azam (Trenggalek), Kyai Mufid (Pacitan), Kyai DR Fahrul Ulum, MEI (Trenggalek), Kyai Sanusi (Tulungagung), Kyai Imam Mahmudi (Tulungagung), Kyai Sholahuddin (Tulungagung), Kyai dr. Muhammad Ali Syafiudin (Tulungagung), Kyai Harjo, SPd (Blitar), dan Kyai Abah Muhajir (Blitar).

Tampak semangat membara para ulama saat menyampaikan pandangan. Begitu pula para muhibbin yang mengikuti acara live di channel Facebook dan Youtube Dakwah Kita. Beragam pandangan disampaikan para pembicara, mulai dari sejarah Palestina, ketidakberdayaan para pemimpin arab dan negeri muslim, mitos keperkasaan militer Israel, jihad sebagai solusi tuntas, hingga pentingnya penegakan institusi khilafah sebagai pembebas Palestina dan pelindung kaum muslimin dunia.

Acara Multaqo Ulama Aswaja Pesisir Selatan ini diakhiri dengan pembacaan 10 Butir Seruan Ulama Aswaja, di antaranya: kewajiban bagi para penguasa di negeri-negeri umat Islam untuk menerapkan syariat Allah; kewajiban umat Islam untuk terus berikhtiar menerapkan Islam secara kaffah di seluruh aspek kehidupan; menyeru pemerintah Indonesia dan para pemimpin negara dunia untuk menghentikan kekejaman dan kebiadaban tentara Israel terhadap Palestina; serta meminta pemerintah Indonesia berperan aktif menggalang seluruh potensi untuk membantu dan membebaskan Palestina.

Seruan juga meliputi upaya penegakan khilafah dan syariah yang terbukti mampu menyatukan umat; menasehati pemerintah agar menghentikan sikap, kebijakan, dan tindakan menuruti agenda penjajah dengan melakukan Religious Building, Building Moderate Muslim Networks, yang pro kafir-penjajah; serta menyeru kepada seluruh umat Islam—utamanya para ulama—untuk terus-menerus berdakwah di jalan Allah dan mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah. (Boch/DK)

Posting Komentar untuk "Multaqa Ulama Aswaja Pesisir Selatan: Kebiadaban Israel di Gaza, Bukti Kegagalan Kapitalisme, Demokrasi dan Nasionalisme"