Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Soal Palestina, Kyai Rokhmat S. Labib: Perang 6 Hari adalah Perang Sandiwara



Jakarta, Visi Muslim-  ”Alhamdulillah kita bersyukur pada pagi hari ini kita bisa berkumpul dengan para pewaris nabi. Pertemuan yang membahas topik masalah Palestina. Masalah di sana pembantaian institusi Yahudi kepada kaum muslimin di Palestina,”ujar KH Rokhmat S. Labib pada Multaqa Ulama Aswaja Nusantara, Sabtu (5/6/2021).

Persoalan seolah muncul tatkala menjelang lebaran Yahudi menyerang lalu terjadi saling serang. Padahal masalahnya keberadaan institusi Yahudi di Palestina. Ketika penaklukan oleh Khalifah Umar ada satu perjanjian dengan tokoh nashrani untuk meminta tidak membolehkan satupun orang Yahudi tinggal di Palestina

“Salah satu klausul adalah mencegah melarang satupun orang yang tinggal di Palestina dan sejak itu tak ada. Setelah itu Palestina berada di bawah kekuasaan Islam tentram dan termasuk orang-orang Kristen di sana,”ungkap KH Rakhmat.

Lanjutnya, masalah di kemudian hari ketika ada serangan pasukan salib. Mereka berhasil menguasai Palestina dan alhamdulillah bisa dibebaskan pada masa Salahuddin Al Ayyubi rahimahullah. Akhirnya Palestina berada dalam kekuasaan Islam sampai Khilafah Islamiyah terlibat perang dunia pertama. Setelah khilafah Islamiyah mengalami kekalahan tanah di negeri Islam dibagi-bagi oleh negara kafir penjajah.

Inggris membuat satu deklarasi Deklarasi Balfour yang di antara isi pentingnya adalah memberikan tanah Palestina kepada Israel. Mereka secara sistematis selalu membawa orang-orang Yahudi dari berbagai negara untuk datang Palestina, sampai kemudian mereka menguasai semakin banyak atas Bantuan dan pertolongan Inggris.

KH Rokhmat juga mengungkapkan jika kemudian mereka sampai bisa membuat deklarasi kemerdekaan tahun 1948. Sejak saat itulah Yahudi punya negara di Palestina. Pada saat yang sama orang Palestina sendiri yang tinggal di situ tak punya negara. Para pemimpin di Mesir, Libanon, dan Yordania itu menyerahkan tanah Palestina pada Israel.

“Apa yang disebut dengan perang enam hari yang semua itu adalah orang sandiwara perang. Itu seolah-olah ada sekian banyak negara-negara Arab menyerang hanya 6 hari. Kemudian mereka menyatakan kalah”, ungkapnya lagi.

Sejak itulah kemudian Israel semakin kuat. Semakin kokoh dan negara-negara di sampingnya yang sebenarnya adalah penguasaan dan mereka justru mengakui keberadaan dan eksistensi negara Israel. Mulailah Mesir melakukan hubungan diplomatik. Mengakui keberadaan Israel. Saudi secara resmi mengakui Israel.

Penegasan disampaikan KH Rokhmat S. Labib jika masalah utama di Palestina adalah adanya ekstensi negara yang sekarang merampas tanah Palestina. Bayangkan mereka pendatang dan merampas, bukan hanya menjajah.

Solusi untuk keluar dari itu tidak ada harapan lain kecuali Khilafah. “Semoga kita semua diberikan taufik untuk berjuang menegakkan Islam menegakkan Khilafah, hingga Allah semata Allah memanggil kita,”harapnya.

Agenda acara dilanjutkan dengan qoul minal ulama dari beragam Nusantara. Acara berjalan lancar dengan dukungan secara daring. Alhamdulillah.[] Hn

Posting Komentar untuk "Soal Palestina, Kyai Rokhmat S. Labib: Perang 6 Hari adalah Perang Sandiwara"