Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

INDEF: Tangani Pandemi dengan Lockdown, Manfaat Ekonomi Jangka Panjang Lebih Besar

 


Jakarta, Visi Muslim- Ekonom Senior INDEF sekaligus anggota DPR-RI 2004-2009 Dr. Dradjad Wibowo mengungkap solusi untuk memulihkan ekonomi yakni mengendalikan pandemi dengan cara lockdown.

“Kalau kita mengendalikan pandeminya, insya Allah ekonominya akan cepat pulih. Jika kita pilih lockdown, dari sisi dampak ekonomi sangat pendek yakni 1-2 kuartal, itu memang short term economy cost-nya sangat tinggi. Bisa kontraksi 4,3-9,2 persen, itu kalau di-lockdown enam pekan. Bahkan bisa kontraksi 14 persen tahun ke tahun. Jadi, memang dampak pendeknya itu sangat tinggi. Tapi, manfaat ekonomi yang sebenarnya menunjukkan bahwa dalam jangka panjang manfaat lockdown ini jauh lebih besar. Di Amerika net economy benefit hingga US$ 5,2 triliun,” tuturnya dalam acara [LIVE] FGD Online Fordok#17: PPKM Darurat dalam Tinjauan Multidimensi para Ahli Sabtu (10/7/2021) di kanal YouTube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

Namun, Dradjat mengingatkan, jika lockdown tidak dilakukan secara disiplin maka pandemi akan menjadi berkepanjangan. “Resesi juga jadi berkepanjangan dan
utang menjadi bertambah. Kita masih terus negatif pertumbuhan ekonominya, disisi lain utang nambahnya sangat besar sekali,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia menawarkan solusi untuk mengatasi pandemi saat ini. “Saya sering sampaikan solusi baik di media maupun secara privat,” ujarnya.

Pertama, TKP yakni tindakan kesehatan publik. “TKP bisa didesain supaya cocok dengan daerah masing-masing,” ungkapnya.

Kedua, menurutnya, pemerintah harus all out menjamin pelayanan kesehatan. “Karena saat ini, saya sering mendengar pasien  meninggal karena terlambat menerima layanan kesehatan. Entah telat oksigennya. Entah telat dapat ICU-nya. Kita sering mendengar kasus RS kewalahan, alkes enggak cukup, obat-obatan juga sulit dicari, banyak RS, termasuk RS Muhammadiyah itu juga belum dibayar tunggakannya sampai 1 trilyun lebih. Nah, ini mau nggak mau harus segera dilakukan karena layanan kesehatan harus prima,” bebernya.

Ketiga, mempercepat herd immunity melalui vaksinasi. “Keempat, riset penemuan vaksin dan obat besar-besaran maya nggak mau harus kita lakukan,” ujarnya.

Terakhir, Dradjad menyarankan terobosan kreatif dalam kebijakan fiskal terutama penerimaan negara. “Karena selalu alasannya enggak ada uang. Saya pernah menjadi unsur pimpinan di BIN. Saya tahu ada uang. Dan pernah kita lakukan dalam waktu 30 menit, kita dapat 400 milyar,” pungkasnya. [] Achmad Mu’it

Posting Komentar untuk "INDEF: Tangani Pandemi dengan Lockdown, Manfaat Ekonomi Jangka Panjang Lebih Besar"