Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ustadz Ismail Yusanto: Berhijrahlah demi Menyelamatkan Iman dan Takwa



Jakarta, Visi Muslim- Cendekiawan Muslim, Ustaz Ismail Yusanto, memberikan nasihat agar berhijrah demi menyelamatkan iman dan takwa. 

"Berhijrahlah demi menyelamatkan iman dan takwa," tuturnya dalam acara Hijrah Bareng-Bareng yang diselenggarakan Komunitas Pecinta Hijrah, Rabu (11/8/2021), via daring. 

Menurut Ustaz Ismail, sapaan akrabnya, makna hijrah itu sederhananya berpindah dari satu keadaan atau suatu tempat pada keadaan yang lain atau tempat lain di mana keadaan itu adalah keadaan dan tempat yang lebih baik. 

"Hal pertama yang penting adalah sejauh mana kita memiliki kesadaran untuk berhijrah dan terus istiqamah dalam hijrah. Semua itu sangat tergantung kepada seberapa besar kita memiliki kesadaran tentang pentingnya posisi baru ini," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, yang dihijrahi adalah perkara yang sangat penting.

"Apa itu? Ya kita punya agama ini, iman dan takwa ini. Mengapa? karena kita mengetahui bahwa iman dan takwa inilah yang akan menentukan posisi kita dihadapan Allah SWT," paparnya.

Kemudian ia membacakan sebuah ayat,

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ

bahwa sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu, diambil dari QS. Al-Hujurat: 13. 

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa satu-satunya penentu posisi adalah takwa, tidak ada yang lain. Bukan roman muka, bukan pangkat, derajat, ilmu, bukan pula kekayaan.

"Yang kedua, posisi kita di akhirat nanti hanya ada dua, yaitu mau menjadi penghuni surga atau mau menjadi penghuni neraka di mana neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali dan surga adalah sebaik-baiknya tempat kembali," pesannya.

Ia mengingatkan, jaminan dapat kembali ke surga adalah iman dan takwa. Begitu pentingnya hingga Rasulullah SAW berpesan,

اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

Yang artinya "Takutlah kepada Allah dimana saja kamu berada."

(HR. Tirmizi)

Sebagaimana Allah berfirman, dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah: 197,

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”.

Beliau meyakinkan kembali bahwa urusan iman dan takwa itu adalah urusan yang sangat penting. 

"Oleh karena itu, jika hal ini penting, maka ketika kita berada pada satu situasi di mana terhambat iman dan takwanya, maka wajib kita hijrah," bebernya.

Ustaz Ismail lantas melanjutkan, jika pada pembukaan (acara ini), Qori' membaca Al-Qur'an surat An-nisa: 97 yang artinya,

"Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya,

“Bagaimana kamu ini?”

Mereka menjawab,

“Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah).” Mereka (para malaikat) bertanya,

“Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?” Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali."

Ia juga menambahkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan, orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah SWT demi mewujudkan iman dan takwanya.

"Jadi apa yang tadi sudah diceritakan oleh Ustadz Felix, Dokter Carissa kemudian Dewa dan Pak Ahmad itu ujungnya ke sana. Pak Ahmad kenapa 17 tahun di Amerika tetap begitu karena iman dan taqwa itu. Harus dipertahankan karena itu taruhanya yang melebihi dari apapun dan ilmu apapun," ungkapnya.

Begitu juga ketika kita bicara tentang hijrah dalam pengertian yang sebenarnya, menurutnya itu adalah untuk mewujudkan iman dan takwa, bukan hanya dalam kehidupan pribadi tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan negara. 

"Kenapa? Karena iman dan takwa itu bukan hanya dalam kehidupan pribadi dan keluarga, tetapi risalah Islam itu adalah risalah yang diturunkan Allah SWT sebagai rahmatan lil 'alamin.Nabi kita, Nabi Muhammad SAW adalah utusan untuk seluruh umat manusia," jelasnya.

Ia pun meyakinkan agar memahami betul, jika tidak ada pilihan lain selain harus berhijrah dan tidak ada kata kembali ke belakang. 

"Masak kita mau balik lagi kepada apa yang dilarang Allah? Masak kita mau kembali lagi kepada kekufuran? Masak kita akan kembali kepada sesuatu yang akan menjauhkan kita dari surganya Allah? Enggak mungkin kan?" tanyanya.


Oleh karena itu menurutnya, bagi seorang Muslim, hijrah itu adalah sebuah kepastian.

"Hijrah itu kepastian. The only choice! Satu-satunya pilihan," pungkasnya. [] Nabila Zidane 

Posting Komentar untuk "Ustadz Ismail Yusanto: Berhijrahlah demi Menyelamatkan Iman dan Takwa"