Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Setahun Kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit, Novel Bamukmin Pertanyakan Sikap Presisi Polri Terhadap Ulama yang Dipenjara



Jakarta, Visi Muslim- Pasca setahun menjabat jadi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, ada beberapa catatan yang disampaikan Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin terhadap orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan Novel Bamukmin yaitu banyaknya ulama yang dibui oleh pihak kepolisian.

“Jika presisi yang dimaksud oleh Kapolri Sigit yaitu prediktif responsibilitas, transparasi dan saat ini yang menjadi sorotan adalah ulama seharusnya tidak ada satu ulama pun yang dipenjara,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (31/1/2022).

Menurut Novel, presisi yang digembor-gemborkan Polri itu harusnya ulama tak perlu di penjara, mengingat adanya restorative justice

Sebab yang pantas memenuhi penjara itu hanyalah pelaku kriminalitas bukan para ulama yang saat ini banyak di penjara.

“Penjara itu isinya hanya para pelaku kriminal bukan ulama karena sejatinya ulama itu oposisi yang memang harus berfungsi sebagai kontrol jalanya roda pemerintah,” tutur Novel.

Karena itu Novel meminta agar di masa kepemimpinan Jendral Sigit, Polri jangan sampai diperdaya oleh pemerintah ataupun menjadi alat memukul pihak-pihak yang kritis termasuk ulama.

“Dan inilah yang terjadi direzim ini karena sudah terpedayakannya, para ulama yang menjadi korban kriminalisasi karena menjadi korban kepentingan oligarki,” ujarnya.

Sebelumnya, tepat satu tahun menjabat menjadi Kapolri pada Kamis 27 Januari 2022, Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin mewujudkan pelayanan Polri terhadap masyarakat seperti secapat memesan pizza.

“Saya ingin bahwa masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Polri semudah memesan pizza,” kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Eks Kabareskrim Polri itupun juga menyadari bahwa banyak masyarakat yang berpikiran negatif dan pesimis.

Serta mempertanyakan tekad bulat pihaknya untuk mewujudkan Polri yang baik dalam rangka pelayanan publik yang terintegrasi, modern, murah dan cepat.

“Saya ingin bahwa semua layanan Polri akan dirasa dekat, dirasa mudah, dirasa berguna, dan dirasa jelas alurnya. Sehingga masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.

Selama setahun kepemimpinannya, Sigit menuturkan, ia telah melakukan setapak perubahan untuk mewujudkan Polri yang Presisi yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Gagasan dan aksi nyata mewujudkan pelayanan tersebut dituangkan Sigit dalam buku berjudul ‘Setapak Perubahan’.

Buku setebal 240 halaman ini terdiri dari 5 bab mulai dari sejarah lahirnya konsep Presisi hingga apa saja yang sudah dicapai.

Buah wujud nyata setapak perubahan itu, kata Sigit, saat ini terdapat 886 aplikasi terkait Polri yang akan diintegrasikan menjadi satu data.

Sigit menyebut, hal itu guna untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan Polri yang terbaik.

“Sebenarnya sederhana saja. Saya ingin memaksimalkan untuk kembali melihat pada fungsi pokok Polri, melindungi, melayani, dan mengayomi,” ujarnya. (pojoksatu)

Posting Komentar untuk "Setahun Kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit, Novel Bamukmin Pertanyakan Sikap Presisi Polri Terhadap Ulama yang Dipenjara"