Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rajab dan Momentum Kebangkitan




Oleh : Raihun Anhar (Sahabat Visi Muslim Media)


Rajab adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriah, dan merupakan bulan haram (mulia). Banyak peristiwa yang terjadi dalam bulan ini, ada yang menyenangkan dan ada pula yang menyedihkan dan belum usai kesedihan itu. 

Diantara peristiwa bahagia itu adalah kaum muslim menang dalam perang Tabuk melawan Romawi pada 9 Hijriyah, peristiwa perpindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah, dan pembebasan Baitul Maqdis pada 27 Rajab 583 H oleh Salahuddin Al Ayyubi, serta peristiwa diterimanya amalan shalat fardu yakni isra mi'raj.

Kemudian ada peristiwa yang menyayat hati kaum muslim dari sejak diruntuhkan hingga kini yaitu peristiwa runtuhnya Kekhilafahan Islam di Turki oleh Mustafa Kemal, peristiwa itu terjadi pada 28 Rajab 1342 H atau 3 Maret 1924. Dari sinilah kafir membagi-bagi wilayah kaum muslim yang dulu satu dibawah khilafah menjadi sekitar 50 Negara dengan ide nasionalisme. Arab melepaskan diri lebih dulu dari Turki yang merupakan ibu kota khilafah waktu itu. Kemudian disusul Negara lain termasuk Indonesia. Kemal mendeklarasikan Turki sebagai Negara sekuler pertama di dunia pada hari itu juga, memindahkan ibu kota negara dari Istanbul ke Angkara, serta mengasingkan Khalifah Abdul Majid II dan keluarga ke Swis dengan keadaan terhina. 

Dari peristiwa 28 Rajab itulah yang membaw kita pada ketidakadilan saat ini, segala macam kerusakan terjadi dalam hidup ini mulai dari individu-Negara. Pendidikan tidak mampu menghasilkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia, kemiskinan meningkat, kesehatan yang dijadikan bisnis, ekonomi ribawi yang menjerat Indonesia dengan utang luar negerinya terhadap negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Cina, dan masih banyak lagi masalah lainnya.

Bukan hanya muslim Indonesia yang merasakan ketidakadilan dalam peradaban kapitalisme saat ini, namun seluruh muslim di dunia mengalaminya diantaranya Palestina menderita oleh penjajahan Israel, Rohinya menderita karena ulah rezimnya, India diusir paksa dari Negaranya sendiri, kebiadaban Cina terhadap muslim Uyghur, Afrika dengan kemiskinan yang parah. 

Seluruh muslim didunia menderita karena tak ada lagi perisai yang melindungi dan menjamin keadilan bagi mereka. Perisai itu ialah Khilafah yang melindungi nyawa serta kehormatan umat Islam didunia. Kaum muslim diibaratkan seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Kaum muslim mundur dari sisi pemikirannya karena pemikirannya telah dirasuki pemikiran yang berasas pada sekularisme (paham yang memisahkan agama dan kehidupan) seperti liberalisme, feminisme, dan paham-paham buruk lainnya yang menyesatkan pikiran sehingga timbulnya islamophobia di tengah kaum muslim. 

Hidup seperti ini seharusnya tidak menimpa kaum muslim karena kaum muslim adalah umat terbaik sebagaimana firman Allah "Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (Qs. Al Imran 110). 

Kemudian Allah memerintahkan kaum muslim untuk beriman dengan sempurna "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu"(Qs. Al Baqarah 208)

Islam telah disempurnakan itu artinya apapun masalah manusia saat ini solusinya ada dalam Islam, Allah SWT berfirman : "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu"(QS Al Madinah 3)

Dari ayat-ayat diatas menunjukan bahwa kezaliman saat ini bisa kita selesaikan dengan kembali kepada Islam secara totalitas dan menyelesaikan segala masalah dengan solusi dari Sang Pencipta sekaligus Pengatur yaitu Allah SWT. Dan hal itu juga telah dibuktikan oleh Rasulullah Saw takala dakwah di Mekkah yang penuh perjuangan serta mendapat perlawanan (kezaliman) dari kafir Quraisy, mulai dari penganiyaan hingga di boikot, bahkan pernah diusir penduduk Thaif hingga kaki Rasulullah Saw berdarah. Namun dibuktikan oleh Rasulullah Saw bahwa Islam akan menang dengan hijrah ke Madinah dan pemimpin Madinah memberikan kekuasaan itu pada Rasulullah Saw, yang mana kematian sang pemimpin Madinah itu menguncang Arsy Allah SWT. 

Dan Rasulullah Saw juga telah memberikan kabar gembira kepada kaum muslim "Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

Oleh sebab itu marilah mempercepat masa kemenangan yakni kembali pada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian yang telah diruntuhkan oleh Mustafa Kemal. Caranya gimana? Berjuang bersama kelompok yang memperjuangkan kembalinya khilafah serta mengikuti metode Nabi Saw. Waalahualam 

Posting Komentar untuk "Rajab dan Momentum Kebangkitan"