Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tauhid Ahmad INDEF Angkat Suara Pemindahan IKN di FGD PKAD



Jakarta, Visi Muslim-PKAD—Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad angkat suara mengenai pemindahan IKN. Dalam live diskusi Focus Group Discussion ke-43 Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD): IKN, Kenapa Harus Ditolak? Sabtu (29/01/2022) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, ia menyampaikan IKN ini di desain dengan awalnya sumber skema APBN dan sifatnya langsung sekitar 90,4 triliun. Skema KPBU adalah 252,5 triliun dan skema swasta 123, 2 triliun.

Tauhid menyampaikan, melihat dari sisi APBN memang tampaknya dalam berbagai kesempatan ada keraguan banyak pihak bahwa KPBU dan skema swasta ini bisa diperoleh dalam waktu relatif cepat. Melihat laporan KPBU, inisiasi yang dilakukan oleh Bappenas. Skema KPBU yang saat ini berlangsung dan katakanlah menjadi sebuah keberhasilan, itu kebanyakan adalah untuk jalan tol. Jalan tol sendiri tidak di banyak lokasi karena kalau secara finansial banyak yang juga kemungkinan tidak sanggup untuk membiayai dalam waktu yang relatif panjang.

"Dan ke depan saya kira memang akan banyak kemasuk skema penugasan kepada BUMN untuk memperluas objek-objek infrastruktur di IKN yang saya kira akan jauh lebih banyak dan basisnya tetap saja kembali kepada APBN." Ungkapmya.

Karenanya Tauhid melihat statement kemungkinan APBN bisa lebih dari 50%, itu sudah diperhitungkan. Katakanlah kelayakan yang menunjukkan pada dua, yang pertama investor melakukan penawaran agar ada kompensasi yang cukup jelas. Yang kedua adalah di wilayah tersebut butuh waktu yang relatif panjang dan ini yang mungkin tidak banyak investor yang mau berinvestasi di atas 20 atau 30 tahun. Hingga akhirnya banyak investor yang mundur dan pemerintah mengajukan opsi lagi bahwa di atas 50% penggunaan dana APBN.

Kemudian Tauhid memaparkan, di lokasi IKN ini direncanakan akan ada investasi-investasi swasta dan itu belum dihitung dalam skema ini. Artinya bahwa rencana anggaran 466 triliun tersebut baru bersifat inisial atau tahap awal. Sebenarnya yang dibutuhkan agar komplit sebagai ibukota baru jauh lebih besar. Tapi itu masih dalam perhitungan dan Tauhid mengira ke depan angka ini akan jauh lebih besar dari apa yang sudah disampaikan.

"Dan inilah yang saya kira konsekuensi ditanggung. Kehaati-hatian kita untuk jangan sampai anggaran ibukota bisa jauh lebih besar itu justru menjarah porsi APBN yang saat ini tentunya lagi kurang sehat di tengah situasi pandemi."[] 

Posting Komentar untuk "Tauhid Ahmad INDEF Angkat Suara Pemindahan IKN di FGD PKAD"