Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Liqa Syawal Ulama Aswaja Gresik, Saatnya Kita Menyambut Seruan Rasulullah SAW

 


Gresik, Visi Muslim- Kyai Abdul Latif, S.Pd.I selaku host pada acara Liqo Syawal Ulama Aswaja Gresik, 25 Mei 2022, menyapa sejumlah ulama yang hadir dan mempersilakan para nara sumber untuk tampil di podium pembicara.

Forum silaturahmi ulama dan tokoh masyarakat ini diawali sambutan dari shohibul hajah, Kyai Muhammad Haris, M.Pd.I. Beliau menyampaikan demokrasi telah gagal menjalankan kepemimpinannya di dunia ini. Negara gagal melayani rakyat, karena hegemoni oligarki, penguasa telah menyerahkan pengelolaan sumber daya alam dan sektor publik kepada para pengusaha yang berkolaborasi dengan pungasa.

Telah nampak dan kita saksikan bersama dampaknya, bagaimana bisa negara penghasil CPO terbesar di dunia minyak goreng langka, masyarakat harus ngantri. Setelah kran liberasilisasi dibuka, muncullah banyak stok minyak goreng dengan harga yang sangat mahal. Dan ini tidak hanya terjadi pada satu komoditas saja.

Lanjut beliau, demokrasi dilihat dari banyak segi baik lokal maupun global telah nampak gagal melayani kepentingan rakyat, sudah saatnya kita tinggalkan. Kaum muslimin harus menyambut seruan Rasulullah Saw yang telah merintis berdirinya daulah di Madinah, yang kemudian dilanjutkan oleh khulafaur rasyidin, dan para khalifah selanjutnya, dimana rakyat bisa hidup tentram dan berdampingan meski dengan penganut agama yang berbeda-beda. Dan telah disampaikan kabar gembira oleh Rasulullah bahwa khilafah akan tegak kembali, dan solusi dari krisis ini tidak ada lain kecuali dengan Khilafah ala minhajin nubuwah, tutup beliau.

Maqalah ulama selanjutnya disampaikan oleh KH. AhmadNajib (Forum Aswaja Gresik), beliau mengupas tentang Khilafah ajaran Islam, sebagai pengganti sistem demokrasi, mulkan jabriyah yang akan berakhir.

KH. Faiq Furqon (FKU – Aswaja Gresik) memaparkan fakta kefasadan (kerusakan) yang pada sistem saat ini dan sudah saatnya diganti dengan sistem islam yang rahmatan lil alamin. Beliau menyerukan, inilah fokus perjuangan umat Islam. Ulama harus berada di garda terdepan memimpin umat menuju perubahan yang hakiki.

Sementara Abah Husain, mengajak para peserta untuk mencermati dan berpikir bersama tentang aturan demokrasi yang sekarang kita hidup di dalamnya. “Sangat mudah kita bisa mengetahui kerusakan sistem ini karena saat ini kita hidup di dalamnya dan mengalaminya. 4 pilar demokrasi, kebebasan memiliki, kebebasan beragama, kebebasan berperilaku, kebebasan berpendapat inilah yang menyebabkan demokrasi itu rusak sejak dari awalnya”. “Dengan demokrasi mereka membuat undang-undang yang berkolaborasi dengan pengusaha untuk kepentingannya, meski itu menyengsarakan rakyat sebagai orang yang mereka wakili, “ungkah Abah Husain.

Kyai Adam Cholil Al Bantaniy, Koordinator Jaringan Santri Nusantara, menyampaikan tentang ghirah Islam telah terwujud. Semangat untuk kembali kepada Islam tak bisa dibendung. Baik di Indonesia ataupun di luar negeri. Peradaban kapitalisme demokrasi Amerika segera berakhir. Hal ini akan diikuti oleh negara-negara pembebeknya. Setelah itu makan Khilafah ala minhajin nubuwwah pasti terwujud, pungkasnya.

Acara diakhiri dengan doa dan pembacaan sikap ulama Aswaja Gresik serta dukungannya atas perjuangan penegakan khilafah untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. []

Posting Komentar untuk "Liqa Syawal Ulama Aswaja Gresik, Saatnya Kita Menyambut Seruan Rasulullah SAW"